Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan setiap program yang dicanangkan harus dilakukan secara bertahap melalui kajian dan uji coba atau piloting. Langkah tersebut penting untuk memastikan target pembangunan tercapai tanpa mengabaikan kapasitas fiskal negara.
Menurut Luhut, pemerintah perlu terlebih dahulu mengukur kemampuan fiskal sebelum menjalankan setiap program. Kebijakan pembangunan, harus disesuaikan dengan kapasitas anggaran negara.
BACA JUGA:Luhut Bicara Hubungannya Kini dengan Jokowi, Sebut Sosok Patut Dicontoh
BACA JUGA:Pesan Luhut untuk Pemimpin: Harus Mau Mendengar, Jangan Merasa Paling Benar
“Semua yang dibuat ini kita harus lihat kantong kita, fiskal kita. Kita harus kaji cermat,” ujar Luhut di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Dia mencontohkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menciptakan ekosistem ekonomi baru. Belanja pemerintah melalui program tersebut dinilai dapat mendorong aktivitas ekonomi hingga ke tingkat masyarakat bawah.
“MBG menurut saya sangat baik. Karena saya sangat yakin dan itu saya bilang sama tim, itu satu triliun satu hari tumbuh ke bawah,” kata Luhut.
Menurut Luhut, pemerintah dapat menggunakan pendekatan piloting seperti yang diterapkan dalam pengembangan Government Technology atau GovTech untuk memastikan program berjalan efektif sebelum diperluas secara nasional.
Di mana, uji coba GovTech di Banyuwangi menunjukkan lebih dari 77% bantuan pemerintah sebelumnya tidak tepat sasaran sehingga pemerintah dapat mengidentifikasi persoalan dan memperbaiki mekanisme penyaluran.
“Government Technology sekarang kita bikin piloting Banyuwangi, kita baru paham betul masalahnya. Itu 77% lebih bantuan dari pemerintah itu off target,” ujar Luhut.
Luhut mengatakan DEN kemudian memperluas kajian melalui sekitar 800 titik untuk mencari solusi atas berbagai persoalan implementasi program pemerintah. Pemerintah dapat menemukan solusi apabila setiap persoalan diteliti secara detail dan ditangani secara bertahap.
/2023/12/14/453593213.jpg)
/2026/05/21/1815365879.jpg)
/2025/12/12/1277718059.jpg)
/2025/11/03/156111305.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333299/original/091705700_1787741573-gb2.jpg)








:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258974/original/051510600_1781429096-000_B6X34AN.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1223093/original/001717500_1462280591-20160503-Pasar--Inflasi-Masih-Terkendali-Hingga-Juni-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353407/original/083905400_1789963219-WhatsApp_Image_2026-09-21_at_10.56.58.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5702050/original/004842100_1778582833-2.jpg)