Jakarta – Memberikan modal bukan satu-satunya pekerjaan dalam memberdayakan pelaku usaha ultra mikro. Tantangan lainnya adalah membantu mereka mengelola keuangan, beradaptasi dengan teknologi, hingga mengembangkan kapasitas usaha.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, membangun kepercayaan masih menjadi salah satu tantangan utama dalam memperluas layanan keuangan formal.
BACA JUGA:34,7 Juta Data Nasabah Terintegrasi, Teknologi Bikin Layanan Ultra Mikro Makin Personal
BACA JUGA:5 Tahun Bersinergi, Holding Ultra Mikro Perluas Akses Keuangan Masyarakat
“Tantangan terbesar dalam menjangkau masyarakat yang belum tersentuh layanan keuangan formal adalah membangun kepercayaan dan pemahaman mereka terhadap layanan keuangan,” kata Akhmad.
Sebagian masyarakat masih ragu menggunakan layanan perbankan. Maraknya kasus penipuan digital juga membuat masyarakat semakin berhati-hati dalam melakukan transaksi keuangan.
Persoalan lainnya adalah kemampuan mengelola keuangan usaha. Menurut Akhmad, masih banyak pelaku usaha kecil yang mencampurkan kebutuhan usaha dengan kebutuhan rumah tangga.
Ketika harga kebutuhan pokok meningkat atau muncul kebutuhan keluarga yang mendesak, kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap perputaran modal usaha.
“Karena itu, pendekatan kami tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga melakukan pendampingan agar masyarakat semakin memahami pengelolaan keuangan dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan,” ujar Akhmad.
/2020/11/08/423420972.jpg)
/2023/12/14/453593213.jpg)
/2026/05/21/1815365879.jpg)
/2025/12/12/1277718059.jpg)








:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4794498/original/094041800_1712230691-20240404-Harga_Bahan_Pangan_Naik-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333300/original/031781600_1787741574-gb3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338661/original/077969400_1788337107-kom7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333299/original/091705700_1787741573-gb2.jpg)