Jakarta – Senin (28/9/2026) pagi, Stasiun Bogor mulai dipadati calon penumpang KRL Commuter Line tujuan Manggarai hingga Jakarta Kota. Dari delapan peron yang tersedia, lima di antaranya digunakan untuk melayani perjalanan KRL.
Rangkaian yang datang pun beragam. Ada yang terdiri dari 12 gerbong, 10 gerbong, hingga hanya 8 gerbong. Namun, belakangan rangkaian 12 gerbong terlihat lebih jarang setelah 7 rangkaian KRL buatan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA ditarik untuk menjalani perawatan.
BACA JUGA:Dilema Anker: Lebih Takut Telat Kerja Dibanding Berdesakan di KRL
BACA JUGA:Cerita Perantau Palembang Naik KRL Jabodetabek di Jam Sibuk: Kayak Pepes
BACA JUGA:KRL Makin Padat, Hak Kenyamanan Penumpang Terabaikan
BACA JUGA:Progres Perawatan KRL, KAI Pastikan 1 Trainset Siap Pakai Pekan Ini
BACA JUGA:Harga dan Jadwal Keberangkatan KRL Solo Jogja 15 September 2026
BACA JUGA:Harga dan Jadwal Keberangkatan KRL Solo Jogja 11 September 2026
Kepadatan bahkan sudah terasa sejak stasiun awal keberangkatan. Bangku-bangku di dalam kereta terisi penuh. Enam hingga tujuh orang duduk di setiap bangku panjang, sementara penumpang lainnya berdiri di sisi bangku maupun dekat pintu.
Kondisi tersebut semakin terasa ketika kereta melewati Stasiun Cilebut, Bojong Gede, Citayam, hingga Depok. Pada jam sibuk sekitar pukul 06.00-07.30 WIB, ruang untuk sekadar menggeser kaki pun semakin terbatas.
Agus, salah seorang penumpang yang naik dari Stasiun Cilebut, hampir setiap hari merasakan kondisi tersebut.
Saya merasa naik KRL sekarang memang sepadat itu, hampir di jam berapapun saya berangkat, dan di hari apapun, bahkan weekend. Tapi yang paling kerasa desak-desakan memang waktu jam-jam kerja, ujar Agus kepada www.wmhg.org.
Bagi Agus, kepadatan menjadi konsekuensi yang harus diterima untuk bisa sampai ke tempat kerja dengan biaya dan waktu yang lebih efisien.
/2023/12/14/453593213.jpg)
/2026/05/21/1815365879.jpg)
/2025/12/12/1277718059.jpg)
/2025/11/03/156111305.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359674/original/093064100_1790570309-email-attachment_2026_09_28_immanuel-christian_luhut-ungkap-network-den-dengan-china-dan-as-untuk-perkuat-ekonomi-indonesia_IMG_7402.jpeg)








:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359673/original/072670700_1790570294-email-attachment_2026_09_28_immanuel-christian_luhut-ungkap-network-den-dengan-china-dan-as-untuk-perkuat-ekonomi-indonesia_IMG_7398.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353407/original/083905400_1789963219-WhatsApp_Image_2026-09-21_at_10.56.58.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359675/original/026542300_1790570445-email-attachment_2026_09_28_immanuel-christian_luhut-ungkap-network-den-dengan-china-dan-as-untuk-perkuat-ekonomi-indonesia_IMG_7402.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4794498/original/094041800_1712230691-20240404-Harga_Bahan_Pangan_Naik-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258974/original/051510600_1781429096-000_B6X34AN.jpg)