Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membenarkan ada penurunan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027. Dia pun menjelaskan alasannya.
Ada beberapa, ini contoh realnya itu misalnya ada anak didata di MTs (Madrasah Tsanawiyah), tapi dia juga adalah santri Pondok Pesantren. Atau dia SMP di dalam pondok dihitung di data kemendikdasmen sebagai siswa, kemudian dia juga tercatat sebagai santri di Pondok Pesantren, ujar Sudaryono usai mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Tingkat Menteri Terkait Perbaikan Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Kamis (6/8/2026).
BACA JUGA:Respons Bahlil Usai Diberi Nilai Memuaskan oleh Prabowo: Terus Buktikan Prestasi
BACA JUGA:Prabowo Beri Nilai Memuaskan untuk Kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
BACA JUGA:Gabung Leeds United, James Trafford Pecahkan Rekor Transfer Kiper Inggris
Oleh karena itu, dia menegaskan sampai saat ini masih terus merapihkan semua data penerima manfaat MBG dengan pihak-pihak terkait lintas kementerian.
Kita rapikan itu semua. Makanya rapat hari ini memastikan semua sistem data dari banyak kementerian, baik itu Dikdasmen, Kementerian kependudukan dan BKKBN, Kementerian Agama, Kementerian kesehatan dan BGN ini, kita datanya saling ngobrol sehingga kita betul-betul menemukan, jadi tidak ada double identitas, papar Sudaryono.
Ada 6 Juta Data Dobel
Menurut Sudaryono, sampai dengan saat ini berdasarkan data, ada sebanyak 6 juta calon penerima manfaat MBG yang dobel. Sehingga, terus dilakukan penyisiran data.
Kalau enggak salah ada pengurangannya ada sekitar 6 juta. Berarti kita sisir terus, ujar dia.
Sementara itu, data yang dipaparkan dalam rapat koordinasi menunjukkan hasil validasi terbaru menemukan pengurangan 4.864.467 peserta didik akibat eliminasi data ganda (double counting). Kemudian, terdapat 845.660 data ganda guru dan tenaga kependidikan (GTK) yang juga telah dibersihkan.
Setelah proses validasi tersebut, jumlah penerima manfaat yang dinyatakan valid tercatat sebanyak 42.847.940 siswa dan 3.351.568 guru serta tenaga kependidikan. Sebelum validasi dilakukan, data siswa yang dihimpun berasal dari 36.641.241 siswa di bawah Kemendikdasmen dan 6.206.699 siswa di bawah Kementerian Agama. Lalu, data guru dan tenaga kependidikan berasal dari 2.865.209 orang di Kemendikdasmen dan 486.359 orang di Kementerian Agama.


/2026/04/13/1765480203.jpg)
/2026/02/18/1738710549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308311/original/026763400_1785136392-konbgn.jpg2.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8157523/original/061523700_1781011760-Menteri_Koordinator__Menko__Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-9_Juni_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630198/original/059442900_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.05.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315875/original/032342100_1785900385-IMG_6262.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317586/original/034415100_1786022812-12794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317360/original/069989200_1786009901-Ilustrasi_menjahit-UnsplashAshley_Diane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5169469/original/040743000_1742530703-IMG-20250321-WA0006.jpg)