Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyebut kas negara melalui APBN dan BUMN dalam kelolaan Danantara layaknya saudara kembar. Keduanya memiliki peran saling melengkapi untuk mencapai visi Presiden Prabowo Subianto.
Suahasil menegaskan tidak ada pemisahan yang lebar antara instrumen fiskal dan Danantara. Menurutnya, koordinasi dan sinergi antarlembaga terus berjalan secara beriringan.
BACA JUGA:Suahasil Beberkan Insentif Buat Rakyat: Gaji Bulanan hingga UMKM Bebas Pajak
BACA JUGA:Suahasil Buka-bukaan Tak Pungut Pajak 2% dari PDB
BACA JUGA:Suahasil Ungkap Defisit APBN Tembus Rp 319 Triliun per September 2026
Fiskal sama Danantara itu saudara kembar, kerjanya bareng, sinerginya harus terjadi, komunikasinya harus lancar, kata Suahasil di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Dia menjelaskan, pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada 2025 lalu menjadi salah satu tonggak penting. Aset BUMN sebagai kekayaan negara yang dipisahkan menjadi motor penggerak untuk menopang ekonomi nasional.
Membentuk Danantara meningkatkan kapasitas investasi, menggabungkan seluruh kekayaan negara yang dipisahkan, menyinergikan, serta membuatnya lebih efisien. Saya yakin Pak Dony (Dony Oskaria, COO Danantara) akan menguraikan ruang efisiensi yang membuat Danantara bisa bekerja lebih kuat bersama APBN, jelas dia.
Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari anggaran negara, Suahasil menilai hubungan BUMN dan APBN sangat erat. Keduanya bekerja sejalan demi mewujudkan sasaran pembangunan pemerintah.
Makanya tadi saya buka dengan APBN dan Danantara itu mau dibilang anak kembar boleh, mau dibilang saudara dekat boleh, mau dibilang teman bekerja sejalan boleh. Untuk apa? Untuk mewujudkan visi-visi besar Presiden, untuk mewujudkan visi-visi besar Republik Indonesia, bebernya.
/2023/10/01/342276568.jpg)
/2024/01/17/2061950103.jpg)
/2026/05/21/1931422383.jpg)
/2020/02/14/1217679269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368377/original/068185600_1791431197-email-attachment_2026_10_08_adyanugrahadi_menteri-umkm-jadi-pengampu-ekosistem-ojol-kawal-kemitraan-dengan-aplikator_IMG_7377.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284618/original/004329100_1604313218-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296727/original/008242400_1784022507-3fa60472-8dcd-43de-8f2d-dc9c188e0f52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368404/original/053332500_1791433059-email-attachment_2026_10_08_ariefhakim-at-klyid_menkeu-suahasil-fiskal-dan-danantara-saudara-kembar_1000466331.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349515/original/027309100_1789531590-Gemini_Generated_Image_eq0tzleq0tzleq0t.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192692/original/073777800_1595929324-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028259/original/049109300_1732871661-fotor-ai-2024112916147.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306954/original/097594000_1784943789-ChatGPT_Image_Jul_16__2026__07_22_35_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913280/original/009736000_1643034734-24_januari_2022-4.jpg)