Jakarta – PT Mitra Saruta Indonesia (MSI) menilai dinamika geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah, belum memberikan dampak signifikan terhadap kinerja ekspor perusahaan. Hal ini ditopang oleh strategi diversifikasi pasar yang telah dijalankan secara konsisten.
Direktur PT Mitra Saruta Indonesia, Hoo Yanto Andrian, mengatakan pengalaman panjang perusahaan dalam ekspor membuat MSI lebih siap menghadapi berbagai kondisi global.
BACA JUGA:Konflik Geopolitik Masih Panas, Eksportir Indonesia Diminta Lakukan Hal Ini
BACA JUGA:Harga Patokan Ekspor Emas dan Tembaga Turun, Periode Kedua April 2026 Jadi Segini
“Sebenarnya kalau untuk ekspor, tadi saya jelaskan sebelumnya. Bahwa kita ini sudah lebih dari 30 tahun ekspor. Jadi kondisi yang sekarang itu kita alami sebelum-sebelumnya. Jadi sudah terbiasa kondisi seperti itu,” ujarnya dalam acara Kemenkeu Dukung Sektor Padat Karya Dorong Pertumbuhan Ekonomi, di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, kondisi ketidakpastian global bukan hal baru bagi perusahaan. Dengan basis pasar yang tersebar di berbagai kawasan, tekanan dari satu wilayah dapat diimbangi oleh pasar lain yang tetap tumbuh.
“Kenapa efek daripada situasi-situasi yang kita alami sekarang ini tidak berdampak begitu signifikan. Karena market kita cukup diverse. Tadi yang saya sebutkan itu market untuk Jepang dan Amerika itu adalah market yang utama,” katanya.
MSI juga terus memperkuat ekspansi ke pasar non-tradisional. Kawasan Afrika menjadi salah satu target baru, seiring dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Sementara itu, pasar tradisional di Eropa masih menunjukkan keberlanjutan permintaan.
Selain memperluas pasar, perusahaan juga mengandalkan fleksibilitas produk untuk menjaga daya saing. Hoo menilai dalam kondisi krisis global, konsumen cenderung mencari alternatif yang lebih terjangkau.
“Jadi kalau threat atau risiko itu terjadi kecenderungan pasar akan mencari produk alternatif yang lebih murah untuk subsidi. Baik itu di domestic market maupun ekspor sifatnya kurang lebih sama,” jelasnya.

/2026/02/05/898319651.jpg)
/2021/09/27/1792105962.jpg)
/2026/01/28/1419203316.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495820/original/088300800_1770436926-Produk_MinyaKita2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554591/original/013621900_1776078069-Menteri_PKP__Maruarar_Sirait_dan_Ketua_Dewan_Komisioner_OJK__Friderica_Widyasari_Dewi_saat_konferensi_pers-13_April_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550270/original/074079300_1775645927-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554581/original/048393600_1776077418-Menteri_Perumahan_dan_Kawasan_Pemukiman__PKP__Maruarar_Sirait-13_April_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723189/original/060727400_1705921940-fotor-ai-20240122181141.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369943/original/032417700_1476098428-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3192690/original/063821500_1595929323-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5557625/original/042658000_1776345933-a4b4971b-2079-4719-b00a-be6b2f5078a3.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552311/original/011667500_1775806441-0L5A8444.jpg)