Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memperkuat langkah strategis untuk mengamankan akses pasar ekspor baja nasional di kawasan Uni Eropa (UE) dan Inggris. Langkah diplomasi ini menjadi krusial di tengah pengetatan regulasi, penyesuaian tarif, serta pembatasan kuota impor yang diterapkan oleh negara-negara mitra tersebut demi menjaga daya saing industri dalam negeri.
Direktur Perundingan Organisasi Perdagangan Dunia Kemendag, Dina Kurniasari, menegaskan bahwa pemahaman mendalam terhadap perubahan kebijakan perdagangan internasional merupakan fondasi utama perumusan strategi ekspor. Penerapan aturan baru seperti Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) hingga kuota ketat harus direspon lewat sinergi kuat antara pemerintah dan pelaku usaha.
BACA JUGA:Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekspor Indonesia Tembus US$ 282,91 Miliar
BACA JUGA:Bahlil Resmikan Kilang LPG Cilamaya, Kapasitas 160 Ton Per Hari Tekan Impor
BACA JUGA:Bahlil Bidik Ekspor Nikel Tembus Rp 805,95 Triliun pada 2026
“Dalam beberapa tahun terakhir, negara mitra makin aktif menerapkan perlindungan industri domestik sebagai respons atas perubahan iklim dan kelebihan kapasitas produksi. Pemerintah terus mengedepankan diplomasi dan negosiasi dengan UE dan Inggris untuk memperjuangkan kepentingan ekspor Indonesia. Di sisi lain, industri dalam negeri perlu mempersiapkan langkah antisipasi dalam menghadapi berbagai kemungkinan perubahan kebijakan,” ungkap Dina dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026)
Melalui diplomasi yang agresif, pemerintah optimistis produk baja rakitan tanah air mampu mempertahankan posisinya di pasar Eropa.
/2026/08/03/1887649803.jpg)
/2023/04/27/1632366693.jpg)
/2026/02/18/1346664671.jpg)
/2026/08/28/1217435868.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4725790/original/071920300_1706152136-publikasi_1706110433_65b12de1af2b3.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375327/original/058514600_1792139593-OJK-16_Oktober_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375850/original/057321400_1792236002-WhatsApp_Image_2026-10-17_at_16.56.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532281/original/068580000_1628161372-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2358749/original/070880200_1536904477-afpprison.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302021/original/032085300_1753969488-Gemini_Generated_Image_jtk1w2jtk1w2jtk1.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)