Jakarta – Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah pada perdagangan hari ini, Jumat 10 April 2026. Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai rupiah berpotensi ditutup di kisaran Rp 17.090 hingga Rp 17.140 per dolar AS.
Sedangkan untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.090- Rp 17.140, kata Ibrahim kepada Jumat (10/4/2026).
BACA JUGA:Rupiah Kembali Melemah, Tertekan Data Inflasi AS
BACA JUGA:Rupiah Dibuka Menguat, Tapi Belum Beranjak dari 17.000 per USD
BACA JUGA:Kurs Rupiah Ditutup Melemah, Pasar Tunggu Kepastian Gencatan Senjata AS-Iran
Pada perdagangan sebelumnya, Kamis (9/4), rupiah ditutup melemah 80 poin ke level Rp 17.092 dari posisi sebelumnya Rp 17.012, setelah sempat tertekan hingga 90 poin. Kondisi ini mencerminkan tekanan eksternal yang masih kuat terhadap mata uang rupiah.
Ibrahim menyebut, pelemahan rupiah tak lepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya gangguan di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi minyak dunia. Jalur ini diketahui mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak global, sehingga setiap gangguan langsung memicu kekhawatiran pasar.
Meski sempat ada gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran, aktivitas pelayaran di kawasan tersebut masih terbatas dan diawasi ketat. Iran dilaporkan tetap memiliki kendali signifikan terhadap akses dan transit, sehingga risiko gangguan pasokan energi masih tinggi.
Situasi semakin diperburuk dengan meningkatnya serangan Israel di Lebanon yang berpotensi merusak kesepakatan damai yang rapuh. Bahkan, jalur kapal tanker sempat terhenti pasca serangan tersebut, meskipun ada sinyal pembukaan kembali secara bertahap.
Laporan menunjukkan bahwa jalur kapal tanker melalui selat dihentikan setelah serangan tersebut, meskipun pejabat AS memberi sinyal tanda-tanda awal pembukaan kembali sebagian, ujarnya.

/2025/08/04/2059509624.jpg)
/2021/09/11/1184819573.jpg)
/2026/01/18/2123596038.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3397781/original/033656000_1615352740-000_94J2M2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3043542/original/085460400_1580992196-20200206-Penggunaan-Kantong-Plastik-Masih-Marak-di-Pasar-Tebet-IQBAL-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5549424/original/018635000_1775618859-Laporan_Perkembangan_Ekonomi_Terkini_Asia_Timur_dan_Pasifik_oleh_Bank_Dunia-8_April_2026.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551851/original/080783400_1775783585-d6f42e15-61a2-4931-8543-c943cd99e82e.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723186/original/087016300_1705921832-fotor-ai-2024012218923.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369942/original/091580800_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805341/original/055600100_1713432002-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551467/original/045475100_1775726993-IMG-20260409-WA0168.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5547987/original/012195700_1775482007-IMG_3262.jpeg)