Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperkuat keandalan fasilitas produksi dan jaringan distribusi untuk menjaga kelancaran pasokan semen di Aceh di tengah meningkatnya permintaan.
Direktur Operasi SIG Reni Wulandari meninjau kesiapan operasional PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga dan Lhokseumawe serta packing plant PT Semen Padang di Malahayati. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan fasilitas produksi dan distribusi mampu merespons kebutuhan semen di wilayah Aceh.
BACA JUGA:Top 3: LRT City Bermasalah
BACA JUGA:Penjualan Semen Indonesia Tembus 18,27 Juta Ton di Semester I 2026
BACA JUGA:SMGR Likuidasi SBI Bangun Nusantara, Kondisi Keuangan dan Hukum Dipastikan Aman
Reni mengatakan, peningkatan permintaan semen perlu direspons dengan penguatan sinergi seluruh jaringan operasional dan distribusi SIG.
Selain mengoptimalkan fasilitas produksi dan distribusi di wilayah Aceh, SIG juga memperkuat koordinasi dengan distributor dan mitra logistik guna menjaga distribusi berjalan secara tertib dan efisien,” kata Reni kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).
SIG juga melakukan pemantauan rutin terhadap ketersediaan stok dan aktivitas distribusi serta evaluasi harian untuk menentukan langkah operasional. Upaya tersebut dilakukan di tengah tekanan ketersediaan dan harga bahan bakar.
Reni menegaskan SIG tetap berkomitmen mendukung pembangunan di Aceh, termasuk wilayah yang terdampak banjir pada akhir 2025.
Sebagai perusahaan BUMN, kami memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi mendukung agenda pembangunan pemerintah serta memenuhi kebutuhan pembangunan masyarakat, ujarnya.
Menurut dia, SIG akan memastikan operasional seluruh fasilitas berjalan andal agar pasokan semen berkualitas tetap tersedia bagi masyarakat dan pemangku kepentingan pembangunan.


/2025/11/14/360945270.jpg)
/2025/02/11/767625643.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314709/original/077774000_1785763686-publikasi_1785761243_6a708ddb84b23.jpeg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/4112101/original/023729000_1659532008-20220802_111724.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5349280/original/047226900_1757918262-2a382ae5-7ce5-42aa-9447-93e8636268f9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5336028/original/046537900_1756815104-2.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352154/original/097767500_1610959712-20210118-Emas-Antam-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103062/original/041640700_1658923820-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027992/original/041439300_1732861105-fotor-ai-2024112913176.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306955/original/077151200_1784943871-Gemini_Generated_Image_5q73a05q73a05q73.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4762233/original/084887400_1709618123-fotor-ai-2024030510810.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)