Jakarta – Penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai swasta dinilai berpotensi memberikan keuntungan signifikan bagi sejumlah sektor usaha, khususnya yang berbasis layanan dan telah mengadopsi sistem digital dalam operasionalnya.
Di tengah tekanan global seperti kenaikan harga energi dan biaya transportasi, pola kerja fleksibel dinilai mampu menjadi salah satu solusi efisiensi bagi dunia usaha.
BACA JUGA:Catatan Pengusaha Soal WFH Swasta Satu Hari Sepekan
BACA JUGA:Pemkot Tangsel Mulai Terapkan WFH Setiap Jumat pada Pekan Depan
Sektor jasa, konsultansi, teknologi, keuangan, kreatif, hingga fungsi administrasi menjadi kelompok yang paling diuntungkan karena aktivitasnya tidak sepenuhnya bergantung pada kehadiran fisik di kantor. Dengan dukungan sistem digital yang memadai, perusahaan di sektor tersebut tetap dapat menjaga kinerja bahkan meningkatkan produktivitas.
Sekretaris Jenderal BPP HIPMI sekaligus Ketua Umum ASPEBINDO, Anggawira, menegaskan bahwa penerapan WFH satu hari justru bisa memberikan dampak positif dari sisi efisiensi operasional.
“Bagi sektor jasa, konsultansi, teknologi, keuangan, kreatif, dan administrasi, WFH satu hari justru bisa meningkatkan efisiensi biaya transportasi, listrik kantor, konsumsi operasional, hingga produktivitas karyawan jika didukung sistem digital yang baik,” ujarnya kepada Rabu (1/4/2026).
Meski demikian, ia menilai dampak kebijakan ini tidak akan seragam di semua sektor usaha. Beberapa sektor yang bergantung pada aktivitas lapangan seperti manufaktur, logistik, transportasi, perdagangan, energi, makanan-minuman, ritel, dan industri padat karya tetap harus menjalankan operasional secara langsung, sehingga tidak memungkinkan penerapan WFH secara penuh.
/2025/03/02/139327218.jpg)
/2017/06/02/105912995.jpg)
/2023/02/19/2129343725.jpg)
/2025/07/24/1981604098.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5543573/original/046304500_1775029577-image.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3510059/original/027658500_1626233971-fintech_3.jpg)
/2025/05/09/1153526562.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5543092/original/027532400_1775014076-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_10.02.51.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5236697/original/069578600_1748516062-20250529-Harga_Pangan-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4902346/original/059937200_1721997344-20240726-Neraca_Perdangangan_RI-ANG_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337094/original/001943000_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5287011/original/038943200_1752805755-IMG-20250717-WA0009.jpg)