• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Kamis, Juli 16, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    AMDATARA: Bakal Terjadi PHK Massal jika Harga Plastik Tak Segera Membaik

    AMDATARA: Bakal Terjadi PHK Massal jika Harga Plastik Tak Segera Membaik

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    AMDATARA: Bakal Terjadi PHK Massal jika Harga Plastik Tak Segera Membaik

    AMDATARA: Bakal Terjadi PHK Massal jika Harga Plastik Tak Segera Membaik

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Pemangkasan Produksi Batubara RI Picu Kekhawatiran Pasokan di Asia

Pemangkasan Produksi Batubara RI Picu Kekhawatiran Pasokan di Asia

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-02-05
0

Pemangkasan Produksi Batubara RI Picu Kekhawatiran Pasokan di Asia

wmhg.org – JAKARTA. Perusahaan utilitas di Asia dikabarkan mulai bersiap menghadapi potensi kekurangan pasokan batubara menyusul langkah penambang batubara di Indonesia yang menghentikan sementara ekspor batubara spot.

Langkah ini diambil sebagai bentuk protes terhadap rencana pemerintah yang akan membatasi produksi batubara nasional melalui pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

Menanggapi kekhawatiran pemangkasan produksi batubara berpotensi memicu risiko pemadaman listrik di negara importir, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno menegaskan pemerintah telah mengantisipasi dampak tersebut.

“Enggak, kami sudah antisipasi. Insya Allah enggak,” ujar Tri saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026).

Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Gita Mahyarani menilai pemotongan RKAB secara alami akan meningkatkan beban biaya produksi. Hal ini terjadi karena biaya menjadi tidak ekonomis jika volume produksi ditekan terlalu dalam.

“Kondisi ini mendorong penambang untuk berstrategi mengamankan kontrak jangka panjang sebagai respons atas kenaikan biaya yang tidak ekonomis,” ujarnya saat dihubungi Kontan, Kamis (5/2/2026).

Menurut Gita, pasar akan merespons jika harga sudah tidak ekonomis, mulai dari mencari pemasok alternatif hingga meningkatkan porsi kontrak jangka panjang. Penghentian pasar spot, kata dia, bisa bersifat sementara maupun jangka panjang, tergantung ketersediaan pasokan global.

Secara normatif, porsi ekspor spot batubara Indonesia berada di kisaran 20%–30%, bergantung pada strategi masing-masing perusahaan. Negara tujuan ekspor utama Indonesia diperkirakan menjadi pihak paling terdampak.

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Sudirman Widhy menilai, rencana pengendalian produksi batubara merupakan kebijakan yang rasional untuk menyesuaikan dinamika pasar global dan menopang harga.

Sebagai langkah antisipasi, Sudirman menilai wajar apabila penambang memprioritaskan penjualan kepada pembeli dengan kontrak jangka panjang dan menghentikan sementara penjualan spot.

“Kita lihat ke depan apakah kebijakan ini mampu mengerek harga batubara global. Jika harga kembali naik, bukan tidak mungkin pemerintah akan melonggarkan kebijakan melalui revisi RKAB di tengah tahun,” jelasnya saat dihubungi Kontan, Kamis (5/2/2026).

Ketua Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo mengatakan, setelah adanya pengurangan produksi, perusahaan akan berkomunikasi dengan pembeli terkait kontrak yang dimiliki.

Menurutnya, setiap korporasi memiliki strategi tersendiri dalam menghitung besaran kontrak jangka panjang maupun kontrak spot. Selanjutnya, korporasi akan menganalisis arah permintaan batubara serta proyeksi harga di masa depan.

Dari sisi dampak, Singgih menilai negara-negara importir yang tidak memiliki sumber daya batubara sendiri akan merasakan efek yang lebih signifikan.

Adapun, Kolumnis Reuters Gavin Maguire, Rabu (4/2), menulis seorang pejabat industri pertambangan Indonesia menyebutkan ekspor berbasis kontrak jangka panjang masih tetap berjalan. Namun, pengiriman spot akan dibatasi hingga ada keputusan final terkait kuota produksi dari pemerintah.

Pengiriman spot akan dibatasi sampai ada kepastian kebijakan. Bahkan sebagian kontrak jangka panjang juga berisiko terganggu akibat kondisi tak terduga yang dihadapi penambang.

Indonesia merupakan pemain kunci di pasar batubara global. Sepanjang 2025, Indonesia menyuplai sekitar 50% dari total ekspor batubara termal dunia dan menjadi pemasok utama bagi negara-negara importir besar seperti China, India, Vietnam, hingga Filipina.

Namun, melemahnya harga batubara global dalam periode yang cukup panjang mendorong pemerintah mengusulkan pengendalian produksi dan penerapan kuota. Kebijakan ini ditujukan untuk menopang harga ekspor sekaligus meningkatkan penerimaan negara dari sektor pertambangan.

Di sisi lain, rencana tersebut memicu resistensi dari kalangan penambang. Sejumlah perusahaan tambang khawatir bakal terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menutup operasional tambang apabila pemangkasan produksi diterapkan terlalu agresif. 

Indonesia sebelumnya juga pernah mengambil langkah tegas di sektor batubara. Pada awal 2022, pemerintah menangguhkan ekspor batubara akibat krisis pasokan domestik bagi pembangkit listrik. Kebijakan tersebut kala itu memicu lonjakan tajam harga batubara global.

Baca Juga: Terjadi Kecelakaan di IUP PTBA, ESDM Kirim Tim Inspektur Tambang

Data Kpler menunjukkan, sepanjang 2025 terdapat 16 negara yang mengimpor setidaknya 1 juta ton batubara termal dari Indonesia. Negara-negara tersebut mencakup Brunei hingga China, termasuk mayoritas konsumen batubara terbesar dunia.

Namun, tingkat ketergantungan tiap negara berbeda. China dan India masih mengandalkan produksi domestik untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan batubara mereka. Sebaliknya, sejumlah negara Asia Tenggara dan Asia Selatan hampir sepenuhnya bergantung pada impor, sementara sistem kelistrikan mereka sangat mengandalkan batubara.

Jika volume ekspor Indonesia turun secara berkelanjutan, dampaknya dinilai akan sangat luas. Kondisi ini terjadi di saat utilitas Asia tengah menghadapi tekanan pemenuhan puncak permintaan listrik musiman, dengan batubara masih menyumbang lebih dari separuh produksi listrik regional.

Filipina, Bangladesh, Vietnam, dan Malaysia disebut sebagai negara yang paling sensitif terhadap gangguan pasokan batubara Indonesia.

Filipina menjadi pembeli paling bergantung, dengan sekitar 98% impor batubaranya pada 2025 berasal dari Indonesia. Batubara juga menyumbang sekitar 57% produksi listrik utilitas negara tersebut.

Bangladesh mengamankan lebih dari 90% impor batubaranya dari Indonesia dan mencatatkan porsi batubara tertinggi dalam bauran listrik sepanjang sejarahnya.

Sementara itu, Malaysia dan Vietnam masing-masing memperoleh lebih dari separuh kebutuhan impor batubara dari Indonesia, dengan ketergantungan batubara mencapai 40% atau lebih terhadap pasokan listrik nasional.

Meski relatif lebih mandiri, dampak jangka panjang juga diperkirakan akan menjalar ke China dan India. Sejumlah pembangkit batubara besar di kedua negara berlokasi dekat pelabuhan impor, sehingga selama ini lebih mengandalkan pasokan internasional.

Jika harga batubara global terus reli, pembangkit tersebut memang dapat beralih ke pasokan domestik. Namun, biaya logistik akan meningkat karena pengangkutan darat menggunakan truk dan kereta menggantikan pengiriman laut dalam skala besar.

Selanjutnya: IIMS 2026 Resmi Digelar, Intip Prospek dan Rekomendasi Saham Otomotif

Menarik Dibaca: Hasil BATC 2026: Kalah dari Jepang, Tim Putri Indonesia Runner-Up Grup X

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post

OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Mengenal Dody Hanggodo, Pengusaha Kandidat Calon Menteri Prabowo

Mengenal Dody Hanggodo, Pengusaha Kandidat Calon Menteri Prabowo

2024-10-18
15 Keluarga Terkaya di Dunia: Keluarga Hartono hingga Pemilik Hermes

15 Keluarga Terkaya di Dunia: Keluarga Hartono hingga Pemilik Hermes

2024-09-24
Kementerian UMKM Luncurkan ACCES, Buka Akses Pembiayaan hingga Rp20 Miliar untuk Usaha Menengah

Kementerian UMKM Luncurkan ACCES, Buka Akses Pembiayaan hingga Rp20 Miliar untuk Usaha Menengah

2025-10-25
10 Tahun Beroperasi, Begini Kondisi Kesehatan Perusahaan Taspen Life

10 Tahun Beroperasi, Begini Kondisi Kesehatan Perusahaan Taspen Life

2024-07-30
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

VASP Polandia: Pengguna Catcrs Perlu Membedakan antara “Telah Terdaftar” dan “Izin dengan Pengawasan Ketat”

VASP Polandia: Pengguna Catcrs Perlu Membedakan antara “Telah Terdaftar” dan “Izin dengan Pengawasan Ketat”

2026-07-13
Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

2026-06-30
Harga Emas Anjlok Tersengat Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

Harga Emas Anjlok Tersengat Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

2026-06-25
Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 18.000, Cek Daftar Lengkap di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 18.000, Cek Daftar Lengkap di Sini

2026-06-25

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
VASP Polandia: Pengguna Catcrs Perlu Membedakan antara “Telah Terdaftar” dan “Izin dengan Pengawasan Ketat”

VASP Polandia: Pengguna Catcrs Perlu Membedakan antara “Telah Terdaftar” dan “Izin dengan Pengawasan Ketat”

2026-07-13
0
Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

2026-06-30
0
Minat terhadap Bitcoin Merosot, Pencarian Google Sentuh Level Terendah

Minat terhadap Bitcoin Merosot, Pencarian Google Sentuh Level Terendah

2026-06-25
0
Harga Kripto 24 Juni 2026: Bitcoin Cs Kompak Parkir di Zona Merah

Harga Kripto 24 Juni 2026: Bitcoin Cs Kompak Parkir di Zona Merah

2026-06-25
0
Pendiri BitMEX Arthur Hayes Prediksi Bitcoin Bakal Sentuh Rp 715,7 Juta

Pendiri BitMEX Arthur Hayes Prediksi Bitcoin Bakal Sentuh Rp 715,7 Juta

2026-06-25
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

VASP Polandia: Pengguna Catcrs Perlu Membedakan antara “Telah Terdaftar” dan “Izin dengan Pengawasan Ketat”

VASP Polandia: Pengguna Catcrs Perlu Membedakan antara “Telah Terdaftar” dan “Izin dengan Pengawasan Ketat”

2026-07-13
Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

Limit Order vs Market Order: Panduan Pengguna Catcrs dalam Menghadapi Kondisi Pasar Kripto

2026-06-30

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.