Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan sektornya menjadi salah satu yang paling terdampak kemarau ekstrem El Nino Godzilla. Ekosistem pesisir laut dikhawatirkan rusak hingga dampaknya ke ikan budidaya.
Hal tersebut diungkap Trenggono dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR. Dia menyadari adanya risiko ke sektor kelautan dan perikanan dari fenomena El Nino Godzilla.
BACA JUGA:Dekan Biologi UGM: Riset Kelautan Perlu Diperkuat di Indonesia
BACA JUGA:BUMN BKI Latih Mahasiswa Soal Keterampilan Survei Kelautan dan Maritim
BACA JUGA:Peringkat Kesehatan Laut Naik, Nelayan Kecil Justru Hadapi Tekanan Baru
BACA JUGA:Indonesia Jadi Negara Pertama dengan Sistem Ketertelusuran Berstandar Global Sektor Perikanan
Situasi ini menghadirkan dua sisi yang tidak dapat dibesarkan yaitu tantangan yang harus diwaspadai sekaligus peluang yang perlu dimanfaatkan secara cermat, ungkap Trenggono dalam rapat tersebut, Selasa (7/4/2026).
Beberapa risiko yang bakal dihadapi yakni potensi tekanan serius di wilayah daratan, pesisir maupun lautan. Termasuk peningkatan kerentanan terhadap kerusakan ekosistem pesisir dan laut.
Selain itu, perikanan budidaya juga dihadapkan oleh tantangan yang tak jauh berbeda. Misalnya, lonjakan salinitas yang berisiko memingkatkan penyakit hingga emisi karbon yang dihasilkan.
Tingginya tingkat evaporasi dapat menyebabkan lonjakan salinitas yang berimplikasi pada meningkatnya risiko wabah penyakit pada komunitas budidaya serta berpotensi mempercepat degradasi ekosistem karbon biru yang pada akhirnya dapat meningkatkan emisi karbon secara signifikan, tuturnya.

/2024/01/22/1676824659.jpg)
/2026/01/28/1419203316.jpg)
/2025/04/03/1366764008.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4252817/original/030039700_1670404234-Kenaikan_Harga_Kedelai_Berimbas_pada_Tingginya_Harga_Tahu_di_Pasaran-Herman-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476090/original/021358800_1768711106-89ca5fc3-1578-4cf0-8176-b43ea2ccde53.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520901/original/031279000_1772664806-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137861/original/069279700_1739965706-f606fa8e-0760-495d-b7ab-a14b1eae5495.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4762786/original/080700200_1709635134-20240305-Pelaporan_SPT-ANG_4.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3043549/original/097902000_1580992201-20200206-Penggunaan-Kantong-Plastik-Masih-Marak-di-Pasar-Tebet-IQBAL-9.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5426614/original/039429500_1764311842-Mentan_Amran.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5540727/original/075070000_1774789628-Chief_Operating_Officer__COO__Danantara__Dony_Oskaria-29_Maret_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5549113/original/046291100_1775567089-5a8bebdd-a7a0-4d2c-8622-bdd424b7e039.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5541443/original/019109500_1774863184-Menteri_Pertanian__Mentan__Andi_Amran_Sulaiman-30_Maret_2026a.jpeg)