Jakarta – Kelahiran seorang anak menjadi momen membahagiakan bagi keluarga. Namun, untuk membesarkan seorang anak membutuhkan paket lengkap tidak hanya sekadar biaya saja, tetapi salah satu hal terpenting yakni kasih sayang tulus yang tidak ternilai harganya. Ketika momen kelahiran anak, sebagian besar orangtua mengingat hal itu menjadi momen yang sangat membahagiakan sehingga harus dipersiapkan dengan sangat baik.
Orangtua biasanya sudah jauh-jauh hari mempersiapkan kebutuhan bayi mulai dari pakaian, susu, popok, peralatan mandiri dan mainan.
BACA JUGA:Daftar 10 Pernikahan Termahal di Dunia
BACA JUGA:Izin Mobil Kecil di Singapura Cetak Rekor, Tembus Rp 1,84 Miliar
BACA JUGA:Asosiasi Sebut Diskon Tambah Daya Bantu Masyarakat Jalankan Usaha di Rumah
BACA JUGA:Lewati Terusan Panama, Kapal Harus Rogoh Rp 71,5 Miliar
BACA JUGA:British American Tobacco Bakal Kurangi 5.500 Karyawan Global
Bicara mengenai keperluan bayi, biaya keperluan bayi bisa jauh lebih mahal di beberapa negara Eropa dibandingkan negara lainnya. Mulai dari popok dan perlengkapan makan hingga kereta dorong dan pakaian, ada daftar panjang kebutuhan pokok bayi yang harus dipenuhi. Total biayanya bisa jadi lebih tinggi daripada perkiraan banyak orangtua.
Biaya keperluan bayi beragam di seluruh Eropa. Namun, berapa yang sebenarnya dibayar oleh orangtua? Negara mana yang memiliki biaya keperluan bayi paling mahal hingga paling murah berdasarkan gaji rata-rata?
Melansir Euronews, Selasa (21/9/2026), Remitly menghitung biaya tahunan keperluan dalam tahun pertama hidup bayi, menurut harga Juli 2026. Ini termasuk 14 barang di enam kategori:
- Penggantian popok,
- Botol susu,
- Formula bayi,
- Perlengkapan tidur,
- Transportasi,
- Pakaian.
Di 38 negara Eropa, estimasi keperluan bayi pada tahun pertama memiliki rentang dari 2.813 euro, atau Rp 57,4 juta (asumsi kurs euro terhadap rupiah di kisaran 20.434) di Inggris Raya hingga 6.294 euro, atau Rp 128,6 juta di Spanyol, dengan rata-rata di Eropa 4.727 euro, atau Rp 96,5 juta.
/2025/05/26/1577929556.jpg)
/2026/05/07/612874713.jpg)
/2026/05/31/1057979073.jpg)
/2026/06/01/2110586163.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4215795/original/087622800_1667644461-Sistem_Bayar_Tol_Nirsentuh_Dimulai_Desember_2022-Faizal-1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355206/original/085541500_1790082676-WhatsApp_Image_2026-09-22_at_17.31.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5205703/original/076674300_1746101655-20250501-DEmo_Buruh_Surabaya-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354438/original/007347500_1790051775-email-attachment_2026_09_22_immanuel-christian_lbea-cukai-tindak-impor-ilegal-beras-dan-garam-serta-balpres-senilai-rp27-miliar_IMG_7239.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324621/original/092329900_1608026628-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4943099/original/079227300_1726137608-20240912-Harga_Emas-ANg_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)