Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih tertekan pada Jumat pagi, (16/10/2026). Rupiah tembus 18.000 per dolar AS.
Berdasarkan data Google saat dipantau pukul 08.45 WIB, posisi dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.000. Jika melihat data Google, posisi dolar AS terhadap rupiah sempat menyentuh posisi 18.088 pada 5 Juni 2026. Angka ini level terendah rupiah pada 2026.
BACA JUGA:Ditekan Suku Bunga The Fed, Rupiah Anjlok ke 18.027 per Dolar AS
BACA JUGA:Rupiah 18.000 dan IHSG Anjlok, Airlangga Akhirnya Buka Suara
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada penutupan perdagangan Kamis. Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi sentimen global, terutama kenaikan inflasi AS yang memperkuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter ketat Federal Reserve (The Fed).
Di dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati langkah stabilisasi Bank Indonesia (BI) dan perkembangan konsumsi domestik.
Pada Kamis, 15 Oktober 2026, rupiah ditutup melemah 35 poin atau 0,20 persen ke level 17.938 per dolar AS. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah berada di posisi 17.903 per dolar AS.
Pelemahan juga tercermin pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia. Kurs JISDOR tercatat 17.948 per dolar AS, melemah dari posisi sebelumnya 17.898 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, mengatakan pergerakan rupiah masih dipengaruhi upaya stabilisasi BI dan perkembangan fundamental ekonomi nasional.
Ia menilai kondisi konsumsi domestik masih relatif terjaga. Hal itu tercermin dari pertumbuhan penjualan eceran yang meningkat pada Agustus 2026.
“Penjualan eceran Agustus tumbuh 1,3 persen secara tahunan, meningkat dari 1,1 persen pada Juli, sementara penjualan eceran September diprakirakan tumbuh 1,4 persen,” ucapnya mengutip Antara.
/2019/08/05/1615535358.jpg)
/2026/06/04/605781479.jpg)
/2025/03/02/139327218.jpg)
/2026/05/21/1815365879.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371919/original/008702900_1791854435-000_D2Z484J.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371761/original/067679800_1791804950-AP26285357585394.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4972595/original/083761400_1729246471-hangry_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)