Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih bergerak di kisaran level psikologis Rp 17.000 di perbankan pada Kamis (9/4/2026). Sejumlah bank besar nasional kompak mematok kurs jual dolar AS di atas Rp 17.000.
Berdasarkan pembaruan e-Rate, kurs jual dolar AS di Bank Central Asia (BCA) berada di level Rp 17.045 per dolar AS, dengan kurs beli Rp 16.965.
BACA JUGA:Purbaya Sebut Bank Dunia Salah Hitung: Saya Tunggu Permintaan Maafnya
BACA JUGA:Gejolak Global Hantam Rupiah, Ini Strategi OCBC Jaga Kredit Valas
BACA JUGA:Volatilitas Rupiah Jadi Tantangan Sekaligus Peluang Bagi Perbankan
BACA JUGA:Gelar RUPST 2026, Ini Susunan Direksi Permata Bank Terbaru
Sementara itu, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menetapkan kurs jual dolar AS paling tinggi di antara bank besar lainnya, yakni Rp 17.100 per dolar AS, sedangkan kurs belinya Rp 16.948.
Adapun Bank Mandiri mematok kurs jual dolar AS sebesar Rp 17.010 dan kurs beli Rp 16.980. Sedangkan Bank Negara Indonesia (BNI) menetapkan kurs jual Rp 17.045 dan kurs beli Rp 16.955 per dolar AS.
Pergerakan kurs di perbankan tersebut terjadi setelah rupiah di pasar spot sempat ditutup melemah ke level Rp 17.105 per dolar AS pada Selasa, 7 April 2026. Namun, mata uang Garuda dibuka menguat tipis ke posisi Rp 16.985 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 8 April 2026.
Pelaku pasar menilai tekanan terhadap rupiah belakangan ini belum mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi domestik. Pelemahan lebih banyak dipicu gejolak eksternal, mulai dari penguatan dolar AS secara global hingga meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia, David Sutyanto, mengatakan, pelemahan rupiah perlu dipandang dalam konteks tekanan global yang tengah melanda banyak mata uang negara berkembang.
Tekanan terhadap rupiah bersifat siklikal. Ini bukan semata persoalan domestik, melainkan bagian dari penyesuaian global,” ujarnya, Rabu.

/2025/08/04/2059509624.jpg)
/2021/09/11/1184819573.jpg)
/2026/01/18/2123596038.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550422/original/052729000_1775694919-WhatsApp_Image_2026-04-08_at_10.20.41_PM.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3043542/original/085460400_1580992196-20200206-Penggunaan-Kantong-Plastik-Masih-Marak-di-Pasar-Tebet-IQBAL-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551851/original/080783400_1775783585-d6f42e15-61a2-4931-8543-c943cd99e82e.jpeg)
/2025/08/11/510014266.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723186/original/087016300_1705921832-fotor-ai-2024012218923.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369942/original/091580800_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805341/original/055600100_1713432002-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551467/original/045475100_1775726993-IMG-20260409-WA0168.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5547987/original/012195700_1775482007-IMG_3262.jpeg)