Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) turun tipis pada penutupan perdagangan Rabu, (16/9/2026). Pergerakan rupiah itu didinilai sikap wait and see investor jelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).
Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun dua poin atau 0,01% menjadi 17.696 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di 17.694 per dolar AS.
BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Melemah ke 17.730 Jelang Keputusan The Fed
BACA JUGA:Sempat Melemah, IHSG Hari Ini Berbalik Arah Menghijau ke 6.500
BACA JUGA:Analis Sebut Kebijakan Fiskal hingga Rupiah Menjadi Perhatian Pelaku Pasar Saham
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga bergerak melemah ke level 17.712 per dolar AS dari sebelumnya 17.687 per dolar AS.
Rupiah ditutup mendatar di tengah menurunnya/koreksi pada indeks dolar AS, imbal hasil obligasi AS dan harga minyak mentah dunia. Investor cenderung wait and see menantikan hasil rapat FOMC malam ini yang diperkirakan menaikkan suku bunga pertama kalinya sejak Juli 2023,” ujar dia dikutip dari Antara.
Anadolu melaporkan bahwa The Fed berpotensi kuat menaikkan suku bunga sebesar 25 basis points (bps) dalam FOMC. Sebelumnya, Federal Reserve mempertahankan suku bunga tetap di kisaran pada pertemuan bulan Juli 2026.
Menurut dia, indeks dolar AS, obligasi AS, dan harga minyak mentah dunia yang mengalami koreksi merupakan hal wajar menjelang agenda-agenda tertentu yang diantisipasi oleh investor.
Koreksi wajar menjelang event yang diantisipasi, seperti adjustment (penyesuaian), profit taking (aksi ambil untung, bargain hunting (aksi berburu instrumen keuangan yang harganya telah turun tajam dengan harapan akan kembali naik),” ungkap Lukman.
/2026/05/26/298353930.jpg)
/2023/07/28/610119775.jpg)
/2026/05/26/57172035.jpg)
/2026/05/26/1028204233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349966/original/058703200_1789550901-email-attachment_2026_09_16_immanuel-christian_dirjen-pajak-angkat-bicara-soal-rotasi-pejabat-pajak-penyebab-purbaya-dipecat_IMG_7089.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349550/original/040991000_1789533261-ChatGPT_Image_Sep_16__2026__11_33_03_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349194/original/028145900_1789477848-1000442806.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309011/original/063278500_1785214678-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__07_13_04_AM.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349146/original/027677800_1789474662-DBS_Singapore_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)