Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mempertahankan penguatan hingga penutupan perdagangan Rabu, (23/9/2026). Analis menilai, kondisi eksternal yang masih terjaga membantu penguatan rupiah terhadap dolar AS.
Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik 66 poin atau 0,37% menjadi 17.818 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level 17.884 per dolar AS.
BACA JUGA:Lawan Aset Amerika, BI Ungkap Strategi Gaet Modal Asing
BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Melesat ke 17.857 Jelang Keputusan BI Rate
BACA JUGA:Strive Borong Bitcoin Rp 1,9 Triliun, Total Kepemilikan BTC Jadi 26.355
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga bergerak melesat ke level 17.803 per dolar AS dari sebelumnya 17.883 per dolar AS.
“Sentimen terhadap rupiah relatif terbantu oleh kondisi eksternal Indonesia yang masih terjaga,” kata Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa dikutip dari Antara, Rabu (23/9/2026).
Sementara itu, cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir Agustus 2026 meningkat menjadi US$ 146,5 miliar dari US$ 145,3 miliar pada bulan sebelumnya. Namun, menurut Amru, rupiah masih menghadapi tekanan akibat penguatan dolar AS dan meningkatnya volatilitas pasar global.
“Inflasi Indonesia pada Agustus juga naik menjadi 3,19 persen secara tahunan, sehingga ruang pelonggaran kebijakan moneter perlu tetap mempertimbangkan stabilitas nilai tukar dan inflasi,” ujar dia.
Dia juga telah memprediksi bank sentral yang memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 5,75%. Amru menuturkan, BI akan lebih menekankan stabilitas nilai tukar, antara lain melalui intervensi di pasar valas dan pengelolaan likuiditas, dibandingkan memberikan sinyal pelonggaran agresif.
BI melalui RDG Bulanan periode September 2026 yang berlangsung pada Selasa dan Rabu ini, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) pada level 5,75%.
Suku bunga deposit facility diputuskan untuk tetap pada level 4,75%. Begitu pula suku bunga lending facility yang diputuskan untuk tetap pada level 6,5%.
Sentimen Global
Keputusan ini dinyatakan tetap konsisten dengan strategi stabilisasi nilai tukar di tengah tekanan eksternal yang masih kuat guna mendukung pencapaian sasaran inflasi 2,5 plus minus 1% pada 2026 dan 2027, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Melihat sentimen global, pasar disebut masih mencermati arah kebijakan Federal Reserve (The Fed).
Pernyataan Presiden Richmond Fed Thomas Barkin pada 22 September yang menilai risiko inflasi masih lebih besar dibandingkan risiko terhadap pasar tenaga kerja membuat ekspektasi penurunan suku bunga AS lanjutan menjadi lebih terbatas. Kondisi tersebut masih menjadi faktor yang menahan penguatan rupiah,” kata dia.
/2025/05/26/1577929556.jpg)
/2025/07/27/1310870912.jpg)
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2025/06/22/1795258099.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301818/original/072785400_1784520780-Wakil_Menteri_Koordinator_Bidang_Pangan__Hanif_Faisol_Nurofiq-20_Juli_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805339/original/033825900_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354438/original/007347500_1790051775-email-attachment_2026_09_22_immanuel-christian_lbea-cukai-tindak-impor-ilegal-beras-dan-garam-serta-balpres-senilai-rp27-miliar_IMG_7239.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354433/original/099424600_1790051727-email-attachment_2026_09_22_immanuel-christian_lbea-cukai-tindak-impor-ilegal-beras-dan-garam-serta-balpres-senilai-rp27-miliar_IMG_7249.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306565/original/033339200_1784884295-909212.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321437/original/014697300_1786441539-WhatsApp_Image_2026-08-11_at_14.14.23_1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1562161/original/027431100_1491812155-_DSC3359.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356221/original/070103300_1790155467-IMG_7277.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356271/original/004497000_1790157143-Image_Article_BRI.jpg)