Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) lesu pada penutupan perdagangan Rabu, (12/8/2026).Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dipicu perkembangan negosiasi antara AS dengan Iran.
Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS susut 16 poin atau 0,09% menjadi 18.877 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di 17.861 per dolar AS.
BACA JUGA:Rupiah Dibuka Melemah 17.869, Sentimen Geopolitik hingga MSCI Mempengaruhi
BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Dibuka Melemah, Sentimen Selat Hormuz Membayangi
BACA JUGA:Destry Damayanti Calon Tunggal Gubernur BI, Simak Reaksi Pasar dan Pengaruh ke Rupiah
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia bergerak melemah di level 17.876 per dolar AS dari sebelumnya 17.824 per dolar AS.
Perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran akan mempengaruhi harga minyak,” kata Analis Bank Woori Saudara Rully Nova, dikutip dari Antara.
Sputnik menyebutkan, Iran mengajukan beberapa syarat pembukaan kembali Selat Hormuz kepada AS melalui mediator, termasuk penghentian agresi di seluruh kawasan termasuk Lebanon dan Palestina, serta pengembalian aset yang dibekukan.
Namun, seperti yang disampaikan Anadolu, Teheran dan Washington hingga kini belum mencapai kesepakatan final untuk mengakhiri konfrontasi tersebut, sementara penutupan Selat Hormuz terus mengganggu rantai pasokan energi global.
Di samping itu, pelaku pasar turut wait and see data inflasi AS yang akan dirilis pada malam ini.
Melihat sentimen domestik, risiko ketidakpastian disebut sedikit berkurang seiring Presiden RI Prabowo Subianto telah menunjuk Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI).
“Respons pasar cukup baik dan sosok yang diterima pasar dengan komitmen yang jelas pada program stabilitas rupiah yang berkelanjutan,” ujar Rully.

/2026/04/24/1722632170.jpg)
/2026/03/27/747598489.jpg)
/2025/06/11/1156270911.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310806/original/096451100_1785371567-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__07_24_25_AM.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5757392/original/058197000_1778659883-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Pasar_Modal__Keuangan_Derivatif_dan_Bursa_Karbon_OJK__Hasan_Fawzi-13_Mei_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320206/original/024949500_1786340602-email-attachment_2026_08_10_ariefhakim-at-klyid_sistem-penindakan-terintegrasi-menhub-jamin-pelanggaran-truk-odol-tak-cuma-salahkan-pengemudi_1000403240.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976574/original/043353600_1441279137-harga-emas-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321981/original/062671700_1786513135-ChatGPT_Image_Aug_12__2026__12_38_32_PM.jpg)