Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) turut berpengaruh ke keputusan ekspansi perusahaan. Faktor melemahnya daya beli juga menjadi bagian keputusan tersebut.
Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani mengatakan, keuangan perusahaan terdampak imbas pelemahan rupiah yang sempat tembus 17.300 per dolar AS. Dampak itu membuat beban seperti bunga utang perusahaan dalam valuta asing meningkat.
BACA JUGA:Pengusaha Susun Strategi di Tengah Gejolak Global hingga Rupiah
BACA JUGA:Rupiah Tertekan terhadap Dolar AS, Biaya Bahan Baku Impor Naik
BACA JUGA:Operasional Tambang Tinggi Resiko, Ini Dipinta Pengusaha
Penguatan dolar AS meningkatkan beban kewajiban dalam valuta asing, baik dari sisi pembayaran bunga maupun pokok utang. Hal ini berdampak pada cash flow management dan meningkatkan profil risiko perusahaan, kata Shinta kepada www.wmhg.org, Sabtu (25/4/2026).
Dia mengatakan, ada tekanan lain terhadap perusahaan pada saat yang sama. Misalnya, daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya membuat ruang penyesuaian harga produk yang dihasilkan perusahaan pun terbatas. Sehingga sebagian tekanan biaya harus diserap oleh pelaku usaha, tegas dia.
Dampaknya, margin keuntungan perusahaan ikut tergerus. Selanjutnya, hal ini menahan rencana ekspansi pengusaha. Ini yang kemudian menekan margin dan mempengaruhi keputusan ekspansi maupun penyerapan tenaga kerja, ujar dia.
Biaya Bahan Baku Impor Naik
Sebelumnya, Apindo  melihat dampak langsung dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Biaya impor sejumlah sektor industri langsung terdampak pelemahan ini.
Shinta Kamdani menyampaikan, pelemahan rupiah menjadi tekanan pada struktur biaya dan arus kas perusahaan. Apalagi, bagi perusahaan yang masih memasok bahan baku dari impor.
Pelemahan rupiah secara langsung meningkatkan biaya impor, khususnya karena struktur industri nasional masih sangat bergantung pada bahan baku dari luar negeri, kata Shinta.



/2015/01/07/659141067.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5566018/original/076360000_1777105262-8344e6a4-511b-4fa2-a31c-1a719905b5a6.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493195/original/043069000_1770197217-Juru_Bicara_Kemenko_Perekonomian_Haryo_Limanseto-3.png)
/2026/02/24/829225423.jpg)
/2024/11/28/1107116727.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4456475/original/038630400_1686114901-20230607-RUU-PPRT-Faizal-6.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5566404/original/035169000_1777182033-d2fe927c-b215-455b-adfc-f67bb55823ee.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976572/original/043059500_1441279137-harga-emas-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532293/original/061990200_1628161552-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)