Jakarta – Qantas Airways berencana mulai menjual tiket penerbangan langsung tanpa transit (nonstop) pertamanya untuk rute New York ke Sydney pada Agustus 2027. Penerbangan maskapai Qantas tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 2028.
Maskapai asal Australia ini juga sedang mematangkan detail untuk rute jarak sangat jauh lainnya menggunakan pesawat airbus khusus.
BACA JUGA:Tiket Pesawat Mahal, Pemerintah Siapkan Siasat Ini
BACA JUGA:Isu Finansial Menerpa AirAsia, Tony Fernandes Buka Suara
Nantinya, rute New York-Sydney akan memakan waktu sekitar 18 jam. Durasi tersebut mendekati rekor penerbangan nonstop terpanjang di dunia yang saat ini mencapai lebih dari 19 jam. Rekor tersebut dipegang oleh Singapore Airlines melalui rute dari Bandara Internasional John F. Kennedy di New York menuju Singapura.
Qantas diperkirakan merebut rekor tersebut pada September-November 2027 saat meluncurkan penerbangan nonstop rute London dari Heatrow Airport menuju Sydney yang memakan waktu sekitar 20 jam. Durasi penerbangan tersebut bervariasi tergantung pada arah perjalanan dan waktu pelaksanaan penerbangan.
Dikutip dari CNBC, Rabu (23/9/2026), CEO Qantas, Vanessa Hudson mengatakan penerbangan baru tersebut hadir menjawab tingginya permintaan pelanggan terhadap rute jarak sangat jauh lainnya, yaitu rute Perth, Australia ke London. Penerbangan tersebut memakan waktu lebih dari 17 jam dan dioperasikan menggunakan pesawat Boeing 787 Dreamliner.
Hal yang bisa kami pelajari dari pengalaman tersebut adalah bahwa memang ada pelanggan yang menginginkan layanan ini dan bersedia membayar harga premium untuk mendapatkannya, ujarnya dalam sebuah wawancara di New York.
Ia juga menambahkan para pelancong ingin menghindari keharusan transit di bandara lain.
/2025/05/26/1577929556.jpg)
/2026/05/07/948321619.jpg)
/2022/08/29/884220949.jpg)
/2026/05/03/1268407118.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262967/original/037733000_1781854981-publikasi_1781853751_6a34ee37ba05e.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805339/original/033825900_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354438/original/007347500_1790051775-email-attachment_2026_09_22_immanuel-christian_lbea-cukai-tindak-impor-ilegal-beras-dan-garam-serta-balpres-senilai-rp27-miliar_IMG_7239.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354433/original/099424600_1790051727-email-attachment_2026_09_22_immanuel-christian_lbea-cukai-tindak-impor-ilegal-beras-dan-garam-serta-balpres-senilai-rp27-miliar_IMG_7249.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356271/original/004497000_1790157143-Image_Article_BRI.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9348140/original/088888500_1789384002-SKW_0794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339447/original/025074400_1788415761-email-attachment_2026_09_03_ariefhakim-at-klyid_bos-bi-singgung-kekuatan-ri-meski-pertumbuhan-ekonomi-kalah-dari-vietnam_1000428806.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3967410/original/035781000_1647596767-Singapore_Airlines_B777-300ER.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338660/original/000992000_1788337107-kom4.jpg)