Jakarta – Program rekening gratis bagi masyarakat yang telah berusia 17 tahun tetapi belum memiliki rekening belum berjalan tahun ini. Pemerintah masih menghitung kebutuhan anggaran dan menyiapkan skema lanjutan agar rekening yang dibuka tidak menjadi dorman.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah telah melaporkan hasil pendataan program tersebut kepada Presiden. Pemerintah menemukan kelompok masyarakat berusia di atas 17 tahun yang belum memiliki rekening dan membutuhkan anggaran sekitar Rp 3,84 triliun jika masing-masing mendapat Rp 50.000.
BACA JUGA:Utilisasi Pabrik Tekstil 75%, Pemerintah Sebut Masih Ada Ruang Ekspansi
BACA JUGA:Prabowo Perintahkan IEU-CEPA Segera Tuntas, Perluas Akses Indonesia ke Pasar Eropa
Harapannya tahun ini. Pak update terbaru Pak soal yang rekening gratis itu? Rekening gratis kami juga sudah laporkan kepada Pak Presiden, bahwa untuk rekening gratis ini dari hasil rekab, itu ada sekitar yang sudah di atas usia 17 tahun, belum punya rekening itu ada jumlah tertentu,” kata Airlangga dalam forum bisnis di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Airlangga mengatakan, pemerintah masih membahas program tersebut bersama Menteri Keuangan. Pembahasan itu diperlukan untuk menentukan bentuk program lanjutan setelah pemerintah menghitung jumlah penerima dan kebutuhan dananya.
Ini kita mau melihat dengan Menteri Keuangan, program lanjutan seperti apa, karena kita tahu bahwa ada bansos itu diberikan kepada mereka yang sudah menikah,” ujar Airlangga.
Pemerintah juga mempertimbangkan status rekening penerima setelah pembukaan rekening. Airlangga mengatakan kelompok berusia 17 tahun hingga sebelum menikah belum masuk skema bantuan sosial yang selama ini diberikan kepada masyarakat yang sudah menikah.
“Jadi kalau yang usia 17 sampai belum menikah, kita sedang melihat program apa yang bisa diberikan kepada mereka, supaya rekeningnya tidak dorman,” kata Airlangga.
/2025/05/26/1577929556.jpg)
/2025/07/27/1310870912.jpg)
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2025/06/22/1795258099.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029348/original/099783600_1579686479-20200122-Penguatan-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805339/original/033825900_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354438/original/007347500_1790051775-email-attachment_2026_09_22_immanuel-christian_lbea-cukai-tindak-impor-ilegal-beras-dan-garam-serta-balpres-senilai-rp27-miliar_IMG_7239.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354433/original/099424600_1790051727-email-attachment_2026_09_22_immanuel-christian_lbea-cukai-tindak-impor-ilegal-beras-dan-garam-serta-balpres-senilai-rp27-miliar_IMG_7249.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1562161/original/027431100_1491812155-_DSC3359.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356221/original/070103300_1790155467-IMG_7277.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356271/original/004497000_1790157143-Image_Article_BRI.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9348140/original/088888500_1789384002-SKW_0794.jpg)