Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa belum memastikan kapan penerapan cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) bakal diberlakukan. Menurutnya, pemerintah masih mempertimbangkan dinamika dan kondisi ekonomi nasional sebelum menarik pungutan tersebut.
Purbaya menilai kebijakan cukai MBDK idealnya diterapkan saat kondisi perekonomian sudah cukup solid agar tidak menambah beban aktivitas ekonomi maupun masyarakat.
BACA JUGA:Purbaya Tegaskan Gaji ASN Daerah Tak Pindah ke Himbara
BACA JUGA:Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Naik, Purbaya Tunggu Hitungan BNPB
Kalau ekonomi lagi morat-marit, ngapain saya pajakin? Tapi kalau sudah kuat, saya akan taruh itu, tegas Purbaya saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (7/9/2026).
Ia menjelaskan, ketika perekonomian sedang tertekan, pemerintah justru seharusnya memberikan insentif atau subsidi. Oleh karena itu, mengenakan jenis pajak atau cukai baru di tengah situasi sulit dianggap bertentangan dengan upaya pemulihan ekonomi.
Kalau lagi susah saya pajakin, makin lambat ekonomi. Saya mesti kasih subsidi atau insentif lagi, sama saja, lanjutnya.
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah memiliki fleksibilitas penuh untuk mengukur dan menyesuaikan momentum penerapan cukai MBDK dengan perkembangan ekonomi nasional.
Nanti saya ukur. Saya ukur. Jadi itu fleksibel sekali, ucapnya.
Sebelumnya, rencana penerapan cukai MBDK sempat disampaikan oleh Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal dalam rapat pembahasan bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.
/2026/03/26/104302596.jpg)
/2026/01/30/780510649.jpg)
/2026/03/17/1361567992.jpg)
/2023/10/25/1373227814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310805/original/018959900_1785371554-Gemini_Generated_Image_skzpy7skzpy7skzp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343054/original/075440100_1788842362-WhatsApp_Image_2026-09-08_at_11.15.32.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3510180/original/008174500_1626238886-000_9EW4ZH.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4837500/original/089462600_1716195908-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5244922/original/072045700_1749267953-Foto_Ilustrasi_DBS__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313337/original/026842100_1785634512-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_34_42_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4762386/original/063474700_1709622795-fotor-ai-20240305141114.jpg)