Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan lonjakan harga minyak global yang sempat mendekati USD 100 per barel tidak akan mengganggu stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ia menyampaikan, hal tersebut saat menceritakan percakapannya dengan Presiden Prabowo Subianto terkait kekhawatiran atas tekanan harga minyak terhadap kondisi fiskal nasional.
BACA JUGA:Harga Minyak Naik USD 1 per Barel, Beban APBN Bertambah Rp 6,7 Triliun
BACA JUGA:Menkeu Purbaya: Efisiensi Program Makan Bergizi Gratis Bisa Hemat APBN Rp 40 Triliun
BACA JUGA:Menkeu Purbaya Pastikan APBN 2026 Masih Tangguh Redam Potensi Darurat Energi
BACA JUGA:Menkeu Purbaya akan Pangkas Anggaran Kementerian, APBN Disisir Ketat
Presiden nanya ‘Gimana APBN?’. Saya jawab, ‘Aman Pak!\’,” ujar Purbaya di Kantornya, Jumat (27/3/2026).
Purbaya memastikan pemerintah telah melakukan perhitungan matang terhadap berbagai kemungkinan jika harga minyak kembali meningkat.
Kementerian Keuangan juga telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas APBN di tengah tekanan global, khususnya akibat kenaikan harga energi. Namun, ia mengakui bahwa langkah-langkah tersebut belum sepenuhnya tersosialisasikan kepada publik.
Oleh karena itu, pemerintah akan memperkuat komunikasi kepada masyarakat terkait kondisi fiskal ke depan.Ia juga menegaskan, pemerintah tetap tenang dalam merespons dinamika global, meskipun pembahasan di internal berlangsung intens.
Menurut dia, seluruh perhitungan dalam APBN dilakukan secara terukur dan transparan. Tidak ada angka-angka yang aneh dan tidak bisa dihitung dalam APBN saat ini,” ia menambahkan.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan sejumlah skenario dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap APBN.
Ia menjelaskan, jika berbagai asumsi tersebut terjadi, defisit anggaran berpotensi melampaui batas 3 persen. Dalam skenario pertama, harga Indonesian Crude Price (ICP) diperkirakan berada di kisaran 86 dolar AS per barel, dengan nilai tukar rupiah sekitar Rp 17.000 per dolar AS, lebih lemah dibandingkan asumsi APBN sebesar Rp 16.500 per dolar AS.
Dengan pertumbuhan ekonomi 5,3 persen dan imbal hasil surat berharga negara sekitar 6,8 persen, defisit APBN diperkirakan mencapai 3,18 persen.
/2026/01/07/1592014958.jpg)
/2025/08/03/1834853401.jpg)
/2026/01/04/2120249703.jpg)
/2026/02/03/1693365585.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539113/original/088174800_1774590203-International_Strategic_Meeting_on_Scientific_Pathways_for_Sustainable_Livestock_Industry_Transformation-27_Maret_2026a.jpg)
/2026/01/27/1113077993.jpg)
/2026/01/29/1314029351.jpg)
/2025/09/02/1934936574.jpg)
/2025/06/30/781457054.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/682959/original/ilustrasi-bank-1-140527-andri.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539209/original/082047000_1774593652-2a129685-2a4e-4829-b883-9b0bd8c1346c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3609090/original/074413400_1634813435-20211021-Ekspor-Batu-Bara-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4266421/original/073275700_1671506038-20221220-Libur-Natal-Tahun-Baru-AS-AP-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537328/original/020344900_1774420051-Pantauan_di_Pelabuhan_Ketapang_Banyuwangi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5538653/original/023976400_1774543468-1000272858.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5182570/original/011871300_1744095806-20250408-ASN_Pemprov_DK_Jakarta-HER_6.jpg)