Jakarta – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menilai, pelemahan yang terus terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dipengaruhi oleh sentimen negatif pelaku pasar terhadap kondisi fiskal pemerintah.
Dia menuturkan, tekanan di pasar keuangan lebih banyak berasal dari persepsi yang berkembang terkait kesehatan fiskal negara.
BACA JUGA:Importir Sengaja Parkir Kontainer di Pelabuhan, Siap-Siap Kena Sanksi
BACA JUGA:Purbaya Bakal Hajar Oknum di Pelabuhan Jika Minta Bayaran Pakai Dolar
Purbaya mengonfirmasi, pergerakan IHSG yang terus tertahan di zona merah sempat membuat pihak kementerian heran. Setelah ditelusuri, terdapat isu yang berkembang di pasar, tata kelola keuangan pemerintah sedang tidak prima, menyusul rilisnya data defisit APBN di kuartal pertama.
Kepanikan pasar bersumber dari realisasi defisit APBN per Maret yang berada di angka 0,9%. Data ini memicu asumsi liar di kalangan investor defisit anggaran tahunan bisa menembus ambang batas aman yang ditetapkan undang-undang, yaitu sebesar 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Saya juga agak bingung sebenarnya apa yang terjadi. Jadi kelihatannya kesan bahwa fiskal kurang baik pelaksanaannya. Apalagi kalau kita lihat data bulan Maret seolah-olah obligasinya (defisit) besar 0,9% mereka kali 4 berarti 3,6% artinya sudah lepas dari 3% limit, itu yang digembar-gemborkan, kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN Kita, Jumat (5/6/2026).
Penutupan IHSG
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu bangkit dari zona merah. Pada penutupan perdagangan saham, Jumat, 5 Juni 2026, IHSG makin tertekan hingga menyentuh posisi 5.500. Koreksi IHSG terjadi di tengah sektor saham yang tertekan dipimpin sektor saham transportasi.
Mengutip data RTI, IHSG turun 4,2% ke posisi 5.594,76. Indeks saham LQ45 merosot 3,9% menjadi 557,74. Seluruh indeks saham acuan tertekan.
Menjelang akhir pekan ini, IHSG betah berada di zona merah meski sempat menguat pada awal sesi perdagangan. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.860,67. Sedangkan di level terendah, IHSG menyentuh 5.594,11.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4278948/original/099543400_1672614637-FOTO.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579813/original/028606800_1778076450-1000310580.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3545721/original/010981800_1629425276-059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8067924/original/082139500_1780912668-Foto3.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2849790/original/043609100_1562754392-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3000972/original/026902200_1576748930-20191219-BI-Pertahankan-Suku-Bunga-Acuan-di-5-Persen-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2889634/original/024713600_1566465083-20190822-BI-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5128632/original/6000_1739254916-DALL__E_2025-02-11_13.21.11_-_A_futuristic_and_dynamic_digital_illustration_of_a_Shiba_Inu_dog_as_a_cryptocurrency_meme_token._The_Shiba_Inu_has_a_confident_and_playful_expression_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302027/original/031341800_1753970046-Gemini_Generated_Image_8k5rmv8k5rmv8k5r.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)