Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasan adanya penambahan utang Indonesia. Peningkatan utang dilakukan secara terukur untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah perlambatan global.
“Ini kan kemarin terpaksa karena ada perlambatan signifikan. Pilihannya yang mana? Ke kondisi seperti 1998 atau meningkatkan utang sedikit, tetapi ekonomi kita selamat habis itu kita tata ulang semuanya,” ujar Purbaya, pekan lalu.
BACA JUGA:Utang Luar Negeri Indonesia Naik jadi USD 431,7 Miliar pada Kuartal IV 2025
BACA JUGA:Utang Luar Negeri Indonesia November 2025 Turun
Memang seberapa besar jumlah utang Indonesia saat ini. Mengutip data Bank Indonesia mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal IV 2025 tetap terjaga meski mengalami kenaikan.
ULN Indonesia tercatat sebesar USD 431,7 miliar, meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar USD 427,6 miliar. Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh bertambahnya ULN sektor pemerintah, yang mencapai USD 214,3 miliar.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyebut peningkatan tersebut dipicu oleh masuknya modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional, seiring masih terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Pemerintah, kata dia, mengelola ULN secara hati-hati untuk mendukung pembiayaan sektor prioritas seperti kesehatan, pendidikan, konstruksi, dan transportasi.
Di sisi lain, ULN swasta justru mengalami penurunan menjadi USD 192,8 miliar, terutama dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan, energi, dan pertambangan. Secara keseluruhan, struktur ULN Indonesia dinilai tetap sehat, tercermin dari rasio terhadap PDB sebesar 29,9 persen dan dominasi utang jangka panjang.
/2011/04/05/1638610422.jpg)
/2022/03/08/639541023.jpg)
/2023/02/18/1402689688.jpg)
/2025/12/24/2099843016.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341346/original/058000800_1757310279-1000075378.jpg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/5508949/original/011521100_1771645285-IMG_0231.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3149800/original/042221500_1591853664-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5507793/original/097997500_1771552625-1000240544.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5508696/original/058250100_1771586403-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-20_Februari_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490995/original/001390300_1770039523-IMG_0952.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1650979/original/007849000_1500289004-20170717-Kinerja-Ekspor-dan-Impor-RI-Jeblok-Angga-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5387491/original/064210700_1761045460-koperasi_desa_merah_putih_1.jpeg)