Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah Indonesia masuk mode krisis seperti 1998. Menurutnya, program pemerintah sudah terbukti menjaga roda ekonomi berputar dan menunjukkan pertumbuhan ekonomi positif.
Dia menuturkan, tengah memantau perkembangan kondisi dunia usaha saat ini. Ia mengakui, masih ada sebagian yang merasa takut karena ada pihak yang menakut-nakuti.
BACA JUGA:Indonesia Pamer Potensi Migas Raksasa di AS, Investor Global Mulai Melirik
BACA JUGA:Industri Pengolahan Topang Surplus hingga Maret 2026
BACA JUGA:Bantu Bola Basket Indonesia, FIBA Perluas Basketball for Good
BACA JUGA:Indonesia Bisa Jadi Pasar Penerbangan Terbesar ke-4 di Dunia, Ini Syaratnya
Karena ada kalau saya juga monitor terus keadaannya ya. Kelihatannya walaupun bagus, orang masih agak takut. Karena banyak yang nakut-nakutin, ujar Purbaya kepada wartawan di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026).
Dia membantah anggapan ekonomi Indonesia masuk krisis seperti 1998 lalu. Padahal, klaimnya, program Presiden Prabowo Subianto terbukti berdampak pada ekonomi nasional. Pada kuartal I-2026, tercatat ekonomi RI tumbuh 5,61%.
Katanya mau 1998, mau ini itu. Padahal sudah kita buktikan. Kita tumbuhnya kencang dan ini akan kita pertahankan. Program Bapak Presiden itu amat bagus, sudah melihat hasilnya kan, hasilnya sudah kelihatan kan, tinggal kita jalankan ke depan, tuturnya.
Bendahara Negara ini menyampaikan ada pihak yang menilai pertumbuhan ekonomi hanya ditopang oleh program pemerintah. Padahal, ada peran dari sektor swasta yang juga memiliki kontribusi.
 Jadi mereka pengamat itu banyak melihat hanya program pemerintah saja. Padahal cuma 10%, yang 90% private sector. Itu juga kita jaga, sebetulnya kita jaga. Makanya kita bisa tumbuh seperti ini, ucap dia.
 Jadi harusnya pebisnis enggak usah takut. Kita akan membaik terus ke depan. Perbankan akan kita pastikan uangnya cukup di sistem perekonomian sehingga dunia usaha bisa dapat akses ke pembiayaan, Purbaya menambahkan.



/2026/02/02/899006842.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2172328/original/034738000_1525690406-Investasi-Meningkat_-Ekonomi-Indonesia-Kuartal-1-Tumbuh-5_06_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380634/original/015561300_1760428049-AP25286362411092.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5568974/original/068598400_1777422490-1000034042.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522140/original/044449300_1772718909-7eef455c-f3b2-4a8b-a9e6-6297d80f6724.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3181748/original/004753900_1594892570-20200716-Rupiah-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5574766/original/017693600_1777977090-IMG_2813__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496712/original/067203300_1770596625-stasiun_pengisian_kendaraan_listrik_umum__SPKLU_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2172325/original/001382600_1525690405-Investasi-Meningkat_-Ekonomi-Indonesia-Kuartal-1-Tumbuh-5_06_1.jpg)