Jakarta – Pemerintah memangkas proses perizinan tenaga kerja asing (TKA) menjadi maksimal lima hari. Langkah ini dilakukan melalui integrasi sistem Online Single Submission (OSS) sebagai pintu masuk tunggal layanan perizinan TKA.
Dengan sistem yang terintegrasi, pelaku usaha nantinya dapat mengakses layanan perizinan TKA melalui satu sistem. Proses pengajuan tidak lagi berjalan secara terpisah di berbagai sistem milik kementerian.
BACA JUGA:Jadwal dan Durasi TKA SMA 2026, Tes Kemampuan Akademik Lengkap Semua Sesi Ujian
BACA JUGA:Cara Daftar TKA SMA Sederajat: Syarat, Dokumen, dan Langkah Lengkap
BACA JUGA:Kepri Tampung Ribuan TKA, Imigrasi Ungkap Penyebabnya
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani mengatakan penyederhanaan tersebut diharapkan memberikan kepastian kepada investor mengenai waktu penyelesaian perizinan TKA.
Ini (perizinan TKA) kurang lebih mungkin empat-lima hari, dan itu sesuai dengan PP 28 juga. Saya yakin dalam lima hari itu akan selesai, kalau itu sudah selesai (lima hari), otomatis izinnya akan dikeluarkan. Jadi ini juga akan memberikan kepastian bahwa lima hari ya lima hari, kata Rosan dikutip dari Antara, Rabu (9/9/2026).
Implementasi integrasi layanan tersebut direncanakan mulai berjalan pada akhir September 2026.
Penyederhanaan proses perizinan ini disepakati melalui penandatanganan dua Surat Keputusan Bersama (SKB) oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani.
Kedua SKB tersebut menjadi dasar integrasi sejumlah sistem yang selama ini digunakan dalam proses layanan TKA.
/2026/05/23/1485118576.jpg)
/2026/05/23/1868010684.jpg)
/2024/09/03/432119438.jpg)
/2026/03/19/965298007.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309013/original/069225700_1785214716-107347162-1702486289346-gettyimages-1852400117-_cf23021_tuz1gxpa.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485687/original/071253500_1769524080-1756f35c-ee91-4c96-861f-adbd26f34d5c.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532280/original/085965300_1628161371-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346756/original/013308200_1789201979-Depositphotos_860056838_L.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4796664/original/075845200_1712438897-a-perry-XGr8jarX0gY-unsplash.jpg)