Jakarta – Pemerintah mulai mengarahkan fokus baru dalam agenda ketahanan pangan nasional. Setelah berhasil mencapai swasembada beras, Presiden Prabowo Subianto kini mendorong percepatan swasembada protein sebagai langkah lanjutan memperkuat kemandirian pangan Indonesia.
Langkah mendorong swasembada protein ini menjadi fase berikutnya dalam strategi besar pemerintah membangun ketahanan pangan nasional yang tidak hanya bertumpu pada karbohidrat, tetapi juga memperkuat kualitas gizi masyarakat secara menyeluruh.
BACA JUGA:DPR Dukung Prabowo Tak Naikkan Harga BBM Subsidi: Rakyat Butuh Ketenangan
BACA JUGA:Prabowo Subianto: Tidak Boleh Ada Orang Lapar di Indonesia
BACA JUGA:Prabowo Bicara Dampak Perang
BACA JUGA:Prabowo: Biaya Haji Turun Rp2 Juta
Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai mengikuti taklimat Presiden dalam Rapat Kerja Pemerintah bersama jajaran Kabinet Merah Putih, eselon I kementerian/lembaga, hingga direksi BUMN di Istana Negara, Rabu, 8 April 2026.
Kita harus mempertahankan dan meningkatkan swasembada pangan kita, karena yang berhasil baru di bidang beras. Kita ingin menuju keberhasilan komoditas pangan selain beras, termasuk protein, ujar Prasetyo Hadi, dikutip dari keterangan resmi, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, sumber protein berbasis kelautan menjadi salah satu fokus utama pemerintah ke depan. Dia menuturkan, potensi sektor maritim Indonesia sangat besar dan perlu dioptimalkan untuk mendukung kebutuhan gizi masyarakat.
Protein salah satunya adalah yang berbasis dari ikan, maka betapa pentingnya program-program prioritas kerja pemerintah di bidang kelautan dan maritim, ujar dia.
Prasetyo juga mengungkapkan Presiden Prabowo memimpin langsung rapat kerja selama kurang lebih empat jam dengan melibatkan seluruh unsur eksekutif hingga level tertinggi birokrasi.

/2025/08/04/2059509624.jpg)
/2021/09/11/1184819573.jpg)
/2026/01/18/2123596038.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5414819/original/052620000_1763352087-ilustrasi_perak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3043542/original/085460400_1580992196-20200206-Penggunaan-Kantong-Plastik-Masih-Marak-di-Pasar-Tebet-IQBAL-1.jpg)
/2025/08/11/510014266.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551851/original/080783400_1775783585-d6f42e15-61a2-4931-8543-c943cd99e82e.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723186/original/087016300_1705921832-fotor-ai-2024012218923.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369942/original/091580800_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805341/original/055600100_1713432002-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551467/original/045475100_1775726993-IMG-20260409-WA0168.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5547987/original/012195700_1775482007-IMG_3262.jpeg)