Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengungkap ada sejumlah istilah yang menggambarkan kondisi miskin. Namun, dia menyebut kalau negara sungkan langsung menyebut kategori miskin.
Maka, hadir banyak istilah yang menggambarkan miskin tadi. Prabowo menyebut saat ini Indonesia menghadapi banyak tantangan, salah satunya kondisi masyarakat yang kesulitan hidup.
BACA JUGA:Prabowo Perintahkan Spanduk Iklan Ditertibkan, Begini Respons Gubernur Bali
BACA JUGA:Prabowo Sebut MBG Jadi Perhatian Gedung Putih AS
BACA JUGA:Pidato Prabowo Depan Para Jenderal, Menteri & Kepala Daerah di Rakornas 2026
BACA JUGA:Keras! Prabowo Depan Jenderal TNI Polisi Nyatakan Perang: Bener Ya, Jangan Siap Siap Aja!
Kita harus faham bahwa kita masih menghadapi kesulitan. Kita masih menghadapi tantangan. Kita masih menghadapi kekurangan. Kita tahu bahwa rakyat kita masih banyak yang mengalami kesulitan hidup, kata Prabowo dalam Taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Dia mengungkapkan, kalangan ahli ekonomi mengeluarkan istilah desil untuk menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat. Hal tersebut diakuinya negara sungkan menyebut \’miskin\’.
Kita ini kadang-kadang takut bicara apa adanya. Gak mau kita mengakui, kita gak mau bilang miskin, gak enak, prasejahtera, miskin-miskin, kasian, tapi gak enak kita, prasejahtera, ucapnya.
Kemudian, muncul lagi istilah the aspiring middle class atau kelompok yang berusaha masuk ke kelas menengah.
Jadi BPS pinter juga kalian cari istilah-istilah itu. Tapi saya mengerti saudara tidak mau turunkan moral bangsa Indonesia. Habis itu the aspiring middle class. Habis itu ada yang rentan miskin.Gimana rentan miskin? Gimana ya? Rentan miskin, habis itu miskin, baru sangat miskin, tuturnya.
/2025/12/07/399938828.jpg)
/2025/03/14/208030179.jpg)
/2025/04/28/1077994607.jpg)
/2025/10/16/27400553.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490301/original/087003300_1770007055-Prabowo_Sentul.jpeg)

/2025/12/08/432192557.jpg)
/2024/10/30/1327428029.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4762786/original/080700200_1709635134-20240305-Pelaporan_SPT-ANG_4.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461831/original/095838900_1767460415-Untitled.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3017478/original/046853000_1578564285-20200109-Waspadai-Gelombang-Tinggi-dan-Banjir-Rob-IMAM-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487936/original/087253300_1769684538-Konferensi_pers_OJK-BEI-29_Januari_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)