Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan, kebijakan dan berbagai program prioritas pemerintah saat ini dirancang untuk menjawab persoalan yang nyata di tengah masyarakat. Dia menyampaikan, kebijakan pemerintah bukan sekadar berangkat dari teori atau perdebatan akademis.
Keputusan dan tindakan kami bukan berdasarkan teori ekonomi yang abstrak. Solusi-solusi kami didasarkan pada upaya perbaikan nyata dalam kehidupan masyarakat, kata Prabowo dalam pernyataannya di The Economist, dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah RI, Jumat (12/6/2026).
BACA JUGA:Deretan Hoaks yang Mencatut Presiden, dari Prabowo sampai Putin
BACA JUGA:Prabowo: Saya Menyambut Kritik
Untuk itu, pemerintah memilih fokus pada kebijakan yang dampaknya dapat langsung dirasakan rakyat. Mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), peningkatan layanan kesehatan, hingga pendirian Sekolah Rakyat. Menurut dia, program MBG lahir dari kebutuhan mendesak untuk memperbaiki kualitas gizi masyarakat.
Prabowo mengingatkan, Indonesia masih menghadapi tantangan besar berupa tingginya angka stunting serta masih banyaknya ibu hamil dan balita yang belum mendapatkan asupan nutrisi yang memadai pada masa 1.000 hari pertama kehidupan.
Bagi saya, sulit untuk mengabaikan kenyataan bahwa satu dari lima anak Indonesia mengalami stunting akibat kekurangan gizi. Atau kenyataan bahwa jutaan ibu hamil dan balita masih kekurangan nutrisi pada masa perkembangan paling penting dalam kehidupan manusia, ujarnya.
Prabowo menegaskan, Indonesia tidak berjalan sendiri dalam menjalankan program pemenuhan gizi. Dia menyampaikan lebih dari 100 negara telah menerapkan program dukungan gizi atau makan bergizi gratis di sekolah dalam berbagai bentuk.
Oleh sebab itu, MBG merupakan langkah yang wajar dan diperlukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Selain memperluas MBG, pemerintah juga menjalankan sejumlah program lain yang berorientasi langsung pada kebutuhan masyarakat.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4545545/original/003077100_1692602256-20230821-Fenomena-El-Nino-Arbas-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5734668/original/089093400_1778629872-tahun-ini-dahlan-iskan-lebur-dua-bumn-konstruksi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029351/original/070025000_1579686481-20200122-Penguatan-Rupiah-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977742/original/073362000_1648519878-AP22081294676460.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029348/original/099783600_1579686479-20200122-Penguatan-Rupiah-1.jpg)





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5308548/original/014608000_1754547877-Gemini_Generated_Image_5zzcn95zzcn95zzc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149798/original/009852000_1591853345-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579575/original/071534900_1778057266-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1745869/original/075005800_1508495004-20171020-Rupiah-Menguat-Tipis-atas-Dolar-Angga-1.jpg)