Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan prediksi iklim 2026 dengan menyebut fenomena El Nino diperkirakan segera aktif dan berpotensi bertahan hingga awal 2027. Kondisi tersebut diprediksi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung lebih kering dibandingkan kondisi normal.
Pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi dan Politik Indonesia (AEPI) Khudori menjelaskan, potensi El Nino yang diumumkan oleh BMKG perlu diwaspadai secara serius karena kondisi cuaca dapat berubah drastis dalam beberapa bulan ke depan.
BACA JUGA:El Nino Terbentuk, Ancaman Cuaca Ekstrem Meningkat
BACA JUGA:El Nino Godzilla Mengancam, Lampung Perketat Pengawasan Hutan
BACA JUGA:IDAI Bagikan Langkah Sederhana Lindungi Anak saat El Nino
Bahkan, sejumlah ahli sebelumnya telah mengingatkan kemungkinan munculnya El Nino sangat kuat atau yang kerap disebut El Nino Godzilla.
Karakteristik musim kemarau tahun ini berpotensi memberi tekanan lebih besar terhadap sektor pertanian. Berdasarkan proyeksi BMKG, sekitar 46% wilayah diperkirakan mengalami musim kemarau lebih awal dari kondisi normal.
Selain itu, lebih dari 50% wilayah diproyeksikan mengalami kemarau yang lebih panjang dan lebih kering.
“Kemarau yang lebih panjang, lebih kering, dan datang lebih awal akan berdampak langsung pada sektor yang sangat bergantung pada ketersediaan air, salah satunya pertanian,” jelasnya kepada Jumat (12/6/2026).
Kondisi tersebut dapat menyebabkan sebagian lahan yang biasanya masih bisa ditanami pada musim normal menjadi tidak produktif akibat keterbatasan air. Karena itu, kesiapan mitigasi dari pemerintah dan petani menjadi faktor kunci untuk meminimalkan dampak kerugian.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4975484/original/018064100_1729564901-obligasi-adalah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5734668/original/089093400_1778629872-tahun-ini-dahlan-iskan-lebur-dua-bumn-konstruksi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029351/original/070025000_1579686481-20200122-Penguatan-Rupiah-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977742/original/073362000_1648519878-AP22081294676460.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029348/original/099783600_1579686479-20200122-Penguatan-Rupiah-1.jpg)





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5308548/original/014608000_1754547877-Gemini_Generated_Image_5zzcn95zzcn95zzc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149798/original/009852000_1591853345-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579575/original/071534900_1778057266-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1745869/original/075005800_1508495004-20171020-Rupiah-Menguat-Tipis-atas-Dolar-Angga-1.jpg)