Jakarta – Di banyak kebun sawit rakyat, keterbatasan akses informasi dan minimnya pendampingan teknis membuat petani mandiri rentan tertipu bibit abal-abal. Padahal, Kesalahan memilih bibit berarti risiko produksi rendah selama puluhan tahun.
BACA JUGA:Detik-detik Petani di Bener Meriah Tewas Diamuk Kawanan Gajah saat di Kebun, Terinjak di Perut
BACA JUGA:Tanah Amblas di Aceh, Lubang Sinkhole Besar Ancam Lahan Petani
BACA JUGA:Revolusi AI di Ladang Kentang, Produktivitas Petani India Melonjak
Namun, perubahan mulai terasa ketika mereka mengikuti pelatihan Perkasa (Petani Berkualitas dan Sejahtera), inisiatif TAP untuk Negeri sebagai sahabat petani dari PT Triputra Agro Persada Tbk yang konsisten dan fokus dalam meningkatkan kualitas agronomi.
Melalui program ini, produktivitas kebun petani diharapkan meningkat seiring tumbuhnya kesejahteraan secara berkelanjutan. Selama tiga hari, para petani tidak hanya duduk mendengarkan teori. Sekitar 60 persen sesi dihabiskan untuk praktik langsung dilapangan: mengidentifikasi bibit bersertifikat, cara memupuk yang benar, hingga mempraktikkan teknik panen yang benar.
Bagi sebagian peserta, ini adalah kali pertama mereka memahami bahwa produktivitas sawit sangat ditentukan oleh ketepatan langkah-langkah dasar tersebut. Harapannya petani dapat terbiasa mempraktikkan cara merawat tanaman secara presisi, agar mereka dapat pulang dengan kepercayaan diri yang penuh bahwa mereka bisa menjadi ahli sawit di kebun sendiri.
“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan pengetahuan yang benar tentang berkebun sawit saat mengikuti pelatihan Perkasa dari PT Triputra Agro Persada Tbk. Saya jadi memahami bahwa memilih bibit itu tidak boleh sembarangan dan kalau melakukan pemupukan perlu dosis dan cara yang tepat agar hasil panen bisa bagus. Semoga setelah melalui pelatihan ini dengan cara berkebun yang baik dan benar, kami bisa meningkatkan pendapatan,” ungkap Sumarni, dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2/2026).
/2025/07/29/1849039643.jpg)
/2025/12/25/1288847629.jpg)
/2025/07/29/1628369530.jpg)
/2025/03/26/628035943.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5510951/original/054549500_1771845812-OJK_menyerahkan_berkas_kepada_JPU_terkait_kasus_BPR_Panca_Dana.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5510318/original/082211400_1771824708-One_Raffles.jpg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/5510852/original/003256100_1771840702-Kepala_BOPPJ_Didit_Herdiawan_Ashaf-23_Februari_2026c.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5256720/original/046490700_1750248775-f3bdce7a-e287-4a17-b7bd-c5e2c5499ba6.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5510955/original/013298200_1771846233-1000242800.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5508522/original/073889200_1771577837-Tata_Motors_Indonesia_Secures_its_Biggest_Order__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5510999/original/069334100_1771853027-WhatsApp_Image_2026-02-23_at_09.16.31.jpeg)