Jakarta – Fortune mengumumkan peringkat Fortune Southeast Asia 500 pada 2026, yang berisi daftar tahunan ketiga berisi perusahaan-perusahaan terbesar di kawasan Asia Tenggara. Daftar itu diurutkan berdasarkan pendapatan untuk tahun fiskal 2025.
Dalam daftar Fortune, selama tiga tahun berturut-turut, Trafigura Group menduduki peringkat teratas dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun 2026. Trafira Group berada di peringkat pertama dengan pendapatan US$ 240,3 miliar atau Rp 4.266 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.750).
BACA JUGA:Reaksi John Herdman Tahu Pelatih Vietnam Mata-matai Timnas Indonesia vs Mozambik
BACA JUGA:Pelatih Vietnam Mata-Matai Laga Timnas Indonesia vs Mozambik
Diikuti perusahaan energi milik Thailand, yakni PTT dengan menduduki peringkat dua. Nilai pendapatan PTT mencapai US$ 81 miliar atau Rp 1.438 triliun. Disusul berada di peringkat tiga yakni Pertamina dari Indonesia. Nilai pendapatan Pertamina mencapai US$ 70,9 miliar atau Rp 1.258 triliun.
Selain itu, Fortune juga mencatat Vietnam menjadi negara dengan pertumbuhan paling menonjol dalam peringkat Fortune Southeast Asia 500. Total pendapatan 72 perusahaan Vietnam mencapai US$ 177,9 miliar atau Rp 3.158 triliun. Pendapatan itu naik 10,5% dibandingkan tahun sebelumnya, tiga kali lipat dari rata-rata pertumbuhan regional. Demikian mengutip keterangan resmi, Rabu, (17/6/2026).
Meskipun kontribusi perusahaan-perusahaan Vietnam terhadap total pendapatan di peringkat ini kurang dari 10%, perusahaan itu menyumbang sekitar seperempat dari total pertumbuhan pendapatan tahun ini di seluruh peringkat.
Salah satu perusahaan Vietnam yang pertama kali masuk daftar Southeast Asia 500 tahun 2026 yakni Vietnam National Chemical Group (Vinachem).
Berdasarkan daftar terbaru Fortune, Vinachem berada di peringkat ke-148 di antara 500 perusahaan teratas Asia Tenggara pada 2026. Peringkat ini disusun memakai indikator keuangan utama termasuk pendapatan, laba, aset. Selain itu juga mencakup perusahaan dari tujuh ekonomi regional antara lain Vietnam, Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Kamboja.
Berdasarkan penilaian Fortune, Vinachem mencatat pendapatan US$ 2,4 miliar atau Rp 42,6 triliun dan laba sebesar US$ 146 juta atau Rp 2,59 triliun. Direktur Vinachem, Nguyen Huu Tu menuturkan, pencapaian ini adalah hasil dari implementasi Resolusi Nomor 79-NQ/TW pada 6 Januari 2026 yang dikeluarkan oleh Politbiro mengenai pengembangan sektor ekonomi milik negara. Resolusi itu menetapkan target untuk memiliki 50 perusahaan milik negara di antara 500 perusahaan teratas di Asia Tenggara pada 2030.



/2025/03/26/1110688078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7257325/original/055211900_1780043659-1000036408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4915985/original/031607000_1723455246-IMG-20240812-WA0066.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5096380/original/056080400_1737003997-01.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976571/original/042940100_1441279137-harga-emas-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192690/original/063821500_1595929323-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805341/original/055600100_1713432002-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998689/original/035930000_1779768956-AP26143053613944.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740420/original/059441100_1707701782-fotor-ai-2024021283456.jpg)