Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan mengevaluasi penyebab rendahnya pertumbuhan ekonomi di wilayah Maluku dan Papua yang pada kuartal II 2026 tercatat hanya sebesar 1,36%.
Menurut Purbaya, pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut memang belum optimal dan memerlukan pembahasan lebih lanjut bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas untuk merumuskan langkah percepatan.
BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi 5,29% Kuartal II 2026, Begini Kata Ekonom
BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Menguat ke 17.933 per Dolar AS, Ekonomi Indonesia jadi Penopang
“Sumber pertumbuhan di sana memang belum optimal. Kita akan lihat seperti apa, saya akan konsultasi dengan Bapak Menteri Bappenas untuk memastikan pertumbuhan di sana lebih cepat,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Rabu (5/8/2026).
Ia menilai perlambatan ekonomi di sebagian wilayah Maluku dan Papua bukan merupakan fenomena baru. Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir sehingga membutuhkan penanganan yang lebih mendalam.
“Masalah pertumbuhan lambat di sana sudah terjadi beberapa waktu terakhir,” katanya.
Purbaya menambahkan, kinerja ekonomi di kawasan tersebut juga tidak seragam. Daerah yang memiliki aktivitas pertambangan, seperti Maluku Utara, dinilai berpotensi mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lain yang tidak memiliki basis ekonomi serupa.
“Saya yakin Maluku Utara yang punya tambang pasti tumbuhnya kencang. Tapi daerah lain yang tidak punya itu mungkin lebih lambat,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah akan mempelajari potensi ekonomi masing-masing daerah untuk mencari sumber pertumbuhan baru yang dapat dikembangkan.
“Kita akan belajar lebih dalam dan memastikan ada tempat-tempat yang bisa dihidupkan,” kata Purbaya.



/2026/02/18/395790444.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5212636/original/046415500_1746627924-20250507-Potret_Kemiskinan-AFP_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5115685/original/038623600_1738316872-IMG-20250131-WA0010.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4568454/original/005043500_1694165723-1New.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315223/original/043172600_1785831791-Depositphotos_798181352_L.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472769/original/036658900_1768375317-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028256/original/032953400_1732871460-fotor-ai-20241129161044.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)