Jakarta – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menegaskan komitmen sebagai lokomotif industri baja nasional yang terus menunjukkan pemulihan kinerja yang solid. Tercatat, perseroan membukukan pendapatan sebesar USD 955 juta atau tumbuh 0,4% dibandingkan 2024.
Adapun volume penjualan baja meningkat signifikan menjadi 945.000 ton atau naik 29,0%. Ekuitas perusahaan juga melonjak hingga USD 868 juta atau tumbuh 99,4%.
BACA JUGA:Gempuran Baja Murah China Bikin Pabrik Jepang Angkat Kaki dari Indonesia
BACA JUGA:Krakatau Steel Tegaskan Perkuat KIK Jadi Episentrum Ekonomi RI
BACA JUGA:Kunci Industri Baja RI Bisa Pulih, Negara Bertindak Sebagai Regulator dan Wasit
Selain kinerja keuangan, transformasi menyeluruh dilakukan melalui efisiensi masif Krakatau Steel Group, penggabungan core bisnis baja, re-entry market, inovasi bisnis anak perusahaan, serta penguatan budaya kinerja.
Ini diungkapkan Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) KS bersama Komisi VI DPR RI pada Rabu, 4 Februari 2026.
Krakatau Steel mencatat konsumsi baja nasional tumbuh rata-rata 5,3% per tahun. Namun di sisi lain, utilisasi kapasitas industri baja nasional masih berada di kisaran 53%, jauh dari tingkat ideal minimal 80%.
Lebih dari itu, impor baja masih menguasai 40–53% kebutuhan nasional dengan nilai mencapai sekitar Rp80 triliun per tahun, sebagian besar berasal dari produk berharga murah, khususnya dari China.
“Paradigma persaingan industri baja saat ini bukan lagi sekadar perusahaan melawan perusahaan, melainkan regulasi pemerintah melawan regulasi pemerintah. Negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, India, dan Jepang telah menerapkan proteksi kuat demi menjaga industri baja nasionalnya,” tegas Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).
Krakatau Steel mendorong lima langkah konkret untuk memperkuat industri baja nasional, yakni menjadikan Krakatau Steel sebagai One Stop Services pemenuhan baja seluruh Proyek Strategis Nasional, percepatan pengenaan BMAD, Bea Masuk Imbalan, dan Bea Masuk Tindakan Pengamanan, transformasi tata niaga impor besi dan baja agar seimbang dan berkelanjutan, penguatan implementasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), perluasan cakupan dan penegakan SNI Wajib untuk produk baja.
Rapat dihadiri Komisi VI DPR RI, Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Perindustrian RI, Badan Standardisasi Nasional RI, Badan Perlindungan Konsumen Nasional RI, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), serta PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
/2024/02/15/2106305076.jpg)
/2025/02/10/857296683.jpg)
/2025/12/14/52894173.jpg)
/2023/01/09/817601117.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4725107/original/064984700_1706082034-20240124-Rumah-Subsidi-KPR-BTN-Naik-Imam-5.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2947173/original/025305700_1571811244-20191023-Jokowi-Resmi-Lantik-Menteri-Kabinet-Indonesia-Maju-ANGGA-2.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493315/original/002394000_1770201772-publikasi_1770195993_69830c1906957.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461029/original/013356100_1767334575-1c085ba118a3a38eaa460f0137e69d9d-800x450.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5350021/original/004972300_1757985831-AP25247638664828.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4710962/original/010216300_1704839246-WhatsApp_Image_2024-01-10_at_04.54.19.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493433/original/072755900_1770214249-1000225263.jpg)