Jakarta – Direktur Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Halid K. Jusuf mencatat pelanggaran terhadap perdagangan hewan laut dilindungi banyak ditemukan di wilayah Kalimantan Barat, baik Ikan Arwana maupun Telur Penyu.
Menurutnya, karena daerah tersebut merupakan sentra pembudidayaan arwana yang melibatkan pelaku usaha hingga masyarakat.
BACA JUGA:KKP Bakal Pelototi 25 Spesies Ikan Dilindungi di 2026, Termasuk di E-Commerce
BACA JUGA:KKP Gagalkan Dugaan Impor Ilegal Ikan 100 Ton di Tanjung Priok
BACA JUGA:7 Tanaman dan Ikan yang Cocok untuk Aquaponik Galon Bekas, Ini Contoh Kombinasinya
“Di Kalimantan Barat memang pusat pembudidayaan arwana cukup masif, tidak hanya oleh pelaku usaha besar tetapi juga masyarakat,” ucapnya dalam konferensi pers di KKP, Selasa (13/1/2026).
Dalam penanganan kasus penyu dan telur penyu, Halid menegaskan PSDKP menerapkan sanksi pidana karena dampaknya sangat serius terhadap keberlanjutan spesies yang hampir punah.
Ia memastikan kasus perdagangan telur penyu di Pontianak, Kalimantan Barat telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Pelaku dipidana empat bulan penjara setelah diketahui memperdagangkan 5.400 telur penyu.
“Untuk kasus penyu dan telur penyu, kami tidak mengenakan sanksi administratif tetapi pidana. Dampaknya sangat besar terhadap keberlangsungan penyu karena memperdagangkan telurnya sama saja memutus mata rantai hidupnya,” tegas Halid.
Ke depan, PSDKP akan terus memperkuat strategi pengawasan dengan melibatkan masyarakat melalui Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) serta menindaklanjuti laporan masyarakat secara selektif.
“Kami melibatkan masyarakat melalui Pokmaswas dan menindaklanjuti aduan masyarakat secara selektif dengan verifikasi di lapangan agar pengawasan tepat sasaran,” jelasnya.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/05/07/739346899.jpg)
/2022/01/30/1813839003.jpg)
/2025/10/17/669022889.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5471918/original/047356100_1768299442-WhatsApp_Image_2026-01-13_at_17.14.03.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5446005/original/088102100_1765870455-2578__1_.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/3950884/original/083651300_1646234565-Gedung_Pertamina.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470548/original/093400200_1768209884-jem5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4156441/original/068897800_1663062670-Emas5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5295262/original/098760000_1753431699-Gemini_Generated_Image_mluj6mluj6mluj6m.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5429999/original/089186100_1764649357-9.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1285347/original/078568300_1468231056-20160711-hari-populasi-dunia-FF-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467311/original/035350200_1767870813-Screenshot_2026-01-08_174617.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469994/original/094042700_1768193914-Akses_menuju_Bandara_Internasional_Soekarno_Hatta__terendam_banjir.jpg)