Jakarta – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) berharap Menteri Keuangan Suahasil Nazara tidak menambah beban pajak baru bagi pengusaha. Tambahan beban pajak dikhawatirkan mengganggu momentum pertumbuhan dunia usaha.
Sekretaris Jenderal Hipmi, Anthony Leong mengamini perlu penambahan pendapatan negara dari pajak. Namun, dia mengusulkan caranya melalui perluasan basis pajak.
BACA JUGA:Pengusaha Muda Tagih Komitmen Disiplin Fiskal Suahasil Nazara
BACA JUGA:Pengusaha Usul Plafon KUR Naik Jadi Rp 2 Miliar
BACA JUGA:Profil Ade Jona, Politikus Gerindra yang Kini Pimpin Hipmi
Soal harapan dunia usaha, khususnya pajak, HIPMI berharap pemerintah mengedepankan perluasan basis pajak dan peningkatan kepatuhan, bukan menambah beban kepada pelaku usaha yang selama ini sudah patuh, kata Anthony kepada www.wmhg.org, Rabu (16/9/2026).
Menurut dia, meningkatkan penerimaan negara perlu mempertimbangkan mometum pertumbuhan dunia usaha. Dia berharap pengusaha diajak untuk membahas rencana kebijakan yang berkaitan ke dunia usaha.
Jangan sampai ketika pengusaha sedang ingin melakukan ekspansi, menambah investasi dan merekrut tenaga kerja, justru muncul beban fiskal baru yang membuat mereka menahan ekspansi, ucapnya.
Kami berharap Pak Suahasil dapat membangun komunikasi yang intensif dengan dunia usaha seperti Hipmi sebelum mengambil kebijakan yang berdampak luas terhadap aktivitas bisnis, imbuh Anthony.
Menjaga Keseimbangan
Anthony berharap, Menteri Keuangan Suahasil Nazara memperhatikan peran pajak dan basis penerimaannya. Termasuk kontribusi pengusaha terhadap pendapatan negara.
Bagi Hipmi, pajak yang sehat adalah pajak yang tumbuh seiring dengan tumbuhnya ekonomi dan dunia usaha. Kalau perusahaan berkembang, investasi bertambah, transaksi meningkat dan semakin banyak pengusaha naik kelas, basis penerimaan negara juga akan semakin kuat, tuturnya.
Jadi kami berharap Menkeu baru dapat menjaga keseimbangan antara penerimaan negara, kesehatan fiskal, dan ruang bagi dunia usaha untuk terus tumbuh serta menciptakan lapangan kerja, dia menambahkan.
/2026/05/26/298353930.jpg)
/2023/07/28/610119775.jpg)
/2026/05/26/57172035.jpg)
/2026/05/26/1028204233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349372/original/088057800_1789525696-Direktur_Jenderal_Pembinaan_Pelatihan_Vokasi_dan_Produktivitas__Binalavotas__Kemnaker_Darmawansyah-16_September_2026b.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4969825/original/097625600_1728995617-20241015_164816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515324/original/038648100_1772170585-Maybank_Indonesia_office.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309011/original/063278500_1785214678-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__07_13_04_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349146/original/027677800_1789474662-DBS_Singapore_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349550/original/040991000_1789533261-ChatGPT_Image_Sep_16__2026__11_33_03_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)