Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah sudah berhasil mengunci 87% lahan sawah sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Lahan tersebut dilarang untuk dialihfungsikan menjadi peruntukan lain selain produksi pangan.
Zulkifli mengatakan, 87% sawah jadi lahan sawah abadi itu menjadi mandat Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 dan Perpres Nomor 4 Tahum 2026. Lahan sawah abadi itu telah dicapai pada 2026, setelah ada komitmen pemerintah daerah.
BACA JUGA:Zulkifli Hasan Ungkap Alasan Tak Bergantung Impor Pangan
BACA JUGA:Zulkifli Hasan Luncurkan Buku Pangan Indonesia, Ditulis Sendiri Bareng Dirgayuza
BACA JUGA:Zulkifli Hasan Minta Kasus 500 Santri Diduga Keracunan MBG Diusut
Pak Menteri ATR kita, sudah menyelesaikan Perpres 4 tahun 2026 dan (Perpres) 12 tahun 2025 bahwa lahan sawah LP2B harus sudah selesai 87% di seluruh Indonesia, secara nasional, ungkap Zulkifli di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menerangkan angka itu jauh lebih cepat dari target awal. Mulanha, target 87% jadi lahan sawah abadi itu dicapai secara bertahap hingga 2029. Mengacu rencana, ada 78% LP2BÂ pada 2026, 81%Â pada 2027, dan 84% pada 2028.
Tahun Januari tahun 2026, ini kita berangkat dari awal, awalnya kita hanya 68% LP2B berdasarkan RTRW provinsi. Next. Kemudian kalau mengacu pada RTRW kabupaten, Januari tahun 2026, audit kita hanya 41,72%, kata Nusron.
Dia menjelaskan, pemerintah kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Badan Pusat Statistik (BPS), kepala daerah sepakat untuk menyediakan lahan dengan agregat 87% sebagai sawah abadi.
Alhamdulillah secara nasional semua pimpinan kabupaten/kota sudah komitmen dan tanda tangan SK, sementara sebanyak secara nasional agregat 87,52%. Jadi pekerjaan yang harusnya selesai tahun 2029 bisa kita selesaikan tahun 2026, jelas dia.
/2026/03/26/104302596.jpg)
/2026/01/30/780510649.jpg)
/2026/03/17/1361567992.jpg)
/2023/10/25/1373227814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5574947/original/078625800_1778002353-IMG_3369.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4530306/original/071191800_1691485273-Minuman-Kemasan-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339935/original/000619700_1788436286-APINDO-3_September_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341035/original/041483400_1788575408-MaySari_Binaan_BRI_33.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337494/original/017234100_1788247802-1001619241.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310805/original/018959900_1785371554-Gemini_Generated_Image_skzpy7skzpy7skzp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805342/original/023824600_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342027/original/069175700_1788745138-169a1d37-c156-4053-b782-8bb1d413df23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027995/original/012021400_1732861121-fotor-ai-20241129131659.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6511442/original/025844100_1779370993-ChatGPT_Image_May_21__2026__08_43_00_PM.jpg)