Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi sepanjang tahun 2026 berpengaruh terhadap kinerja produk PAYDI atau unit link, khususnya yang memiliki porsi investasi pada instrumen saham.
Volatilitas pasar modal, termasuk koreksi IHSG yang cukup signifikan sepanjang tahun 2026, tentu memberikan pengaruh terhadap kinerja produk PAYDI atau unit link, khususnya yang memiliki porsi investasi pada instrumen saham, kata Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun, OJK Ogi Prastomiyono, dalam jawaban tertulisnya, Selasa (23/6/2026).
BACA JUGA:Danantara Berpeluang Punya Saham BEI, Kredibilitas Pasar Modal Bakal Makin Kuat
BACA JUGA:Ciri Penipuan Digital Drama China, Waspadai dan Kenali Modusnya
BACA JUGA:Satgas PASTI OJK Hentikan 27 Gadai Swasta Ilegal
Namun demikian, berdasarkan data posisi April 2026, kinerja PAYDI masih menunjukkan tren yang positif dengan pendapatan premi mencapai Rp 14,86 triliun atau tumbuh 11,14% secara year-on-year (YoY).
Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap produk PAYDI masih terjaga, didukung oleh kebutuhan akan perlindungan yang dikombinasikan dengan investasi jangka panjang.
Ogi menjelaskan pada dasarnya, kebijakan investasi merupakan kewenangan masing-masing perusahaan asuransi yang disesuaikan dengan karakteristik produk dan profil risiko nasabah.
Dalam kondisi pasar yang berfluktuasi, OJK terus memastikan agar perusahaan menerapkan pengelolaan investasi secara prudent, memperkuat tata kelola investasi, serta menjalankan manajemen risiko yang efektif, ujarnya.
OJK juga mendorong peningkatan transparansi produk dan edukasi kepada nasabah agar masyarakat memahami karakteristik dan risiko investasi yang melekat pada produk PAYDI.



/2026/03/17/1361567992.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8333454/original/099143700_1782203790-10975.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4869299/original/047207100_1718880148-20240620-Bank_Indonesia-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263270/original/011050800_1781874244-1000353365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575422/original/002640800_1778048611-IMG_4235.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261039/original/083278000_1781675668-Ketua_Komite_Percepatan_Transformasi_Digital_Pemerintah__KPTDP___Luhut_Binsar_Pandjaitan-17_Juni_2026d.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2375572/original/090361500_1538739773-20181005-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816482/original/062767500_1714383557-fotor-ai-20240429133654.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)