Jakarta – Nilai ekonomi halal dunia pada 2024 mencapai US$ 2,6 triliun atau sekitar Rp 46.615 triliun (asumsi kurs Rp 17.929 per dolar AS). Nilai tersebut sekitar 14 kali lebih besar dibandingkan realisasi APBN Indonesia 2024 yang mencapai sekitar Rp 3.350,3 triliun.
Dengan proyeksi pasar yang meningkat menjadi US$ 3,56 triliun pada 2029, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemain utama industri halal dunia.
BACA JUGA:Sertifikasi Halal Jadi Jembatan Baru Perdagangan RI-Australia
BACA JUGA:Apakah Hotel Syariah Pertama di Indonesia?
BACA JUGA:1 Juta Usaha Mikro Kecil Sudah Nikmati Sertifikasi Halal Gratis
BACA JUGA:Gaya Hidup Halal Kian Diminati, Transaksi Kartu Kredit Syariah Melonjak
Peluang tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam diskusi publik bertajuk Masa Depan Ekonomi Halal RI yang digelar Universitas Paramadina bersama Center for Sharia Economic Development (CSED) Indef di Jakarta.
Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia sekaligus Ketua Umum Forum Bisnis Negara Islam Asia Pacific (B57+ Asia Pacific Chapter), Arsjad Rasjid, mengatakan besarnya pasar halal global seharusnya menjadi momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing industri halal nasional.
Indonesia tidak boleh terus berada pada posisi sebagai konsumen. Kita memiliki sumber daya, populasi, dan pasar yang besar. Yang dibutuhkan sekarang adalah membangun ekosistem yang mampu menjadikan Indonesia sebagai pemimpin ekonomi halal global, tegas Arsjad dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026).
Menurut Arsjad, Indonesia memiliki modal besar berupa jumlah penduduk muslim, sumber daya alam, serta pasar domestik. Namun, seluruh potensi tersebut harus diiringi penguatan ekosistem industri agar mampu menghasilkan nilai tambah dan meningkatkan daya saing produk halal di pasar internasional.



/2026/04/08/2106434271.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579570/original/015916200_1778057243-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Mei_2026c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2901439/original/036729000_1567581980-20190903_155509.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5272316/original/024386100_1751539843-20250703-Kenaikan_tarif_Ojol-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5365233/original/087897300_1759148802-1000102805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2913269/original/028750400_1568694627-20190916-Aktivitas-Petani-saat-Panen-Garam--AFP-3.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352151/original/051235700_1610959710-20210118-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2050779/original/091139900_1522730510-20180403-Bitcoin-AFP1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306955/original/077151200_1784943871-Gemini_Generated_Image_5q73a05q73a05q73.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306956/original/023162700_1784944502-ChatGPT_Image_Jul_25__2026__08_54_24_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)