Jakarta – Menteri PKP Maruarar Sirait (Menteri Ara) berembuk dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), BP BUMN, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Satgas Anti Mafia Tanah di Wisma Danantara. Mereka membahas kepastian lebih jauh terkait status lahan untuk rumah susun (rusun) subsidi di Kawasan Tanah Abang yang diklaim bukan milik negara oleh Ketua Umum Grib Jaya Rosario de Marshall alias Hercules.
Menteri Ara mengatakan, sebelum pertemuan ini, dirinya telah berkonsultasi lebih jauh dengan Kementerian ATR/BPN untuk memastikan status lahan tersebut.
BACA JUGA:Tiga Lahan di Tanah Abang Dipastikan Aset Negara, Bakal Dipakai untuk Apa?
BACA JUGA:BP Tapera Bakal Biayai Puluhan Ribu Rusun Subsidi pada 2026
BACA JUGA:Program Bedah Rumah di Papua Meluncur 27 April 2026
BACA JUGA:Hasil Rapat Piala Presiden 2026: Erick Thohir dan Maruarar Sirait Sepakat Gelar 2 Turnamen Sekaligus
“Jadi begini waktu saya datang ke sana kami sudah konsultasi, kami yakin itu tanah negara. Tapi ada pihak lain yang tidak yakin itu tanah negara,” ucapnya dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jumat (17/4/2026).
Dari hasil rapat tersebut ditegaskan tiga lokasi yang merupakan tanah milik negara adalah Pasar Tasik seluas 1,3 hektar dan dua tanah yang berhimpitan. Kedua tanah yang berhimpitan ini dikenal sebagai tanah bongkaran.
Itu sesuai dengan sertifikatnya HPL nomor 17 dan 19 dengan total sekitar tiga hektare,” kata Wakil Direktur Utama PT KAI (Persero) Dody Budiawan dalam kesempatan serupa.
Masih dalam momen yang sama, Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan (Dirjen PSKP) ATR/BPN, Iljas Tedjo Prijono mengungkapkan, kedua surat Hak Pengelolaan Lahan (HPL) itu adalah benar. Kedua surat itu sebelumnya dari Kementerian Perhubungan dengan status hak pakai.
Sehingga bukan seketika atas nama PT KAI, sebelumnya adalah atas nama Kementerian Perhubungan yang diterbitkan tahun 1988. Kemudian diterbitkan HPL tahun 2008 atas nama PT KAI,” ucapnya.

/2025/08/31/663872302.jpg)
/2025/10/06/1838782639.jpg)
/2026/02/05/898319651.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554581/original/048393600_1776077418-Menteri_Perumahan_dan_Kawasan_Pemukiman__PKP__Maruarar_Sirait-13_April_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4347730/original/064079400_1678087559-20230306-Ekonomi-China-AP-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558599/original/033527100_1776431223-Menteri_Perumahan_dan_Kawasan_Permukiman__PKP__Maruarar_Sirait-17_April_2026d.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375572/original/090361500_1538739773-20181005-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558566/original/098264900_1776425951-IMG_3685.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)