Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memastikan pasokan beras di pasaran dalam kondisi aman dan cukup. Dia membantah adanya kelangkaan beras di tingkat konsumen.
Amran menegaskan, produksi beras nasional dalam kondisi yang melimpah, bahkan telah dinobatkan sebagai swasembada beras nasional. Untuk itu, kata dia, tidak ada alasan kelangkaan beras di pasaran. Dia juga akan menindak produsen atau pedagang nakal.
BACA JUGA:Mentan Amran Cetak Sawah 80 Ribu Hektare di Papua
BACA JUGA:Mentan Amran Siap Kirim Ratusan Traktor ke Papua
BACA JUGA:Mentan Ancam Cabut Izin Importir Kedelai Nakal
Beras kita melimpah. Jangan mempermainkan di lapangan karena kami sudah minta Satgas turun ke lapangan. Tidak ada yang langka. Tolong tidak ada pangan, khususnya beras, makanan pokok kita, (itu) langka, tegas Amran, mengutip keterangan resmi, Jumat (12/6/2026).
Dia menerangkan saat ini stok cadangan beras pemerintah (CBP) telah mencapai 5,3 juta ton. Kapasitas gudang pun dipastikan cukup dengan adanya tambahan penyewaan gudang penyimpanan. Amran menggandeng Satgas Pangan Polri untuk memastikan tidak ada kelangkaan beras.
Kami bersama Satgas Pangan pantau seluruh Indonesia. Jangan dibuat langka. Tidak ada langka. Semua gudang kita penuh dengan beras sekarang ini. Stok sekarang 5,3 juta ton. Kemampuan gudang kita 3 juta ton. Kita sudah sewa 2,3 juta ton dan ini tertinggi selama merdeka, beber Amran.
Pencapaian produksi beras Indonesia pun turut disebut dalam laporan Rice Outlook May 2026 yang dirilis United States Department of Agriculture (USDA). USDA melaporkan produksi beras secara global periode 2025-2026 meningkat 1,5 juta ton. Pada Rice Outlook bulan April 541,3 juta ton kemudian naik menjadi totalnya 542,8 juta ton.
Indonesia disebut menjadi salah satu negara dengan perubahan angka produksi beras tertinggi bersama Nigeria, Pantai Gading, dan Vietnam. Namun jika dibandingkan 3 negara tadi, hanya Indonesia yang memiliki angka total produksi beras setahun mencapai lebih dari 30 juta ton. Nigeria berada di angka 5,9 juta ton, Pantai Gading 1,7 juta ton, dan Vietnam 26,2 juta ton.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537462/original/032392100_1774424542-AP26082515357693.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5734668/original/089093400_1778629872-tahun-ini-dahlan-iskan-lebur-dua-bumn-konstruksi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029351/original/070025000_1579686481-20200122-Penguatan-Rupiah-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977742/original/073362000_1648519878-AP22081294676460.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029348/original/099783600_1579686479-20200122-Penguatan-Rupiah-1.jpg)





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5308548/original/014608000_1754547877-Gemini_Generated_Image_5zzcn95zzcn95zzc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149798/original/009852000_1591853345-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579575/original/071534900_1778057266-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1745869/original/075005800_1508495004-20171020-Rupiah-Menguat-Tipis-atas-Dolar-Angga-1.jpg)