Jakarta – Menteri Keuangan (Menkei) Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi belakangan ini dipicu oleh reaksi pasar terhadap laporan awal Morgan Stanley Capital International (MSCI). Dalam laporan tersebut, MSCI menyoroti isu transparansi pasar saham Indonesia, termasuk praktik “goreng saham” serta persyaratan free float emiten.
Ya IHSG jatuh karena berita yang MSCI itu, yang menganggap kita kurang transparan dan banyak goreng-gorengan saham segala macam. Dan persyaratan mereka ya itu lebih bersih sama floating nya berapa persen, kata Purbaya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
BACA JUGA:Investor Asing Lepas Saham Rp 6,17 Triliun Usai Pengumuman MSCI
BACA JUGA:Dana Asing Berpotensi Keluar Rp 38,41 Triliun dari Pasar Saham Imbas Kebijakan MSCI
BACA JUGA:IHSG Tak Pulih, Purbaya Ancam Bakal Geruduk BEI
BACA JUGA:Menkeu Purbaya Prediksi IHSG Pulih Pekan Depan
Menurut Purbaya, respons pasar dinilai terlalu berlebihan mengingat laporan tersebut masih bersifat awal. Ia menegaskan masih terdapat waktu hingga Mei untuk melakukan perbaikan sebelum MSCI mengeksekusi kebijakan lebih lanjut.
Ini saya pikir reaksi yang berlebihan, karena ini baru laporan pertama kan? Masih ada waktu eksekusi sampai bulan Mei kan? Saya sudah bicara dengan Ketua OJK, dia bilang semuanya akan dibereskan sebelum Mei, ujar dia.
Pemerintah dan otoritas terkait, kata dia, sudah bergerak cepat untuk menindaklanjuti catatan tersebut. Purbaya mengungkapkan dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dari pembicaraan itu, ia memastikan seluruh catatan yang disampaikan MSCI akan diselesaikan sebelum tenggat waktu. Dengan begitu, emiten-emiten di Indonesia tetap berpeluang memenuhi syarat untuk masuk ke dalam indeks MSCI dan tetap menarik bagi investor global.
Jadi, ini hanya shock sesaat. Jadi pasti perusahaan-perusahaan itu akan bisa memenuhi syarat MSCI dan akan bisa masuk ke indeksnya MSCI maupun ya saham yang boleh diinvestasi oleh perusahaan-perusahaan asing global gitu, ujarnya.
/2023/11/14/265599980.jpg)
/2023/02/06/1670990717.jpg)
/2025/09/02/1934936574.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484836/original/056458600_1769486829-Depositphotos_244044898_L.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2793619/original/013488900_1556718746-Kembang-Api-Buruh4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3457615/original/088329700_1621231850-FOTO_001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5330454/original/029687200_1756361195-IMG_1809.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486677/original/085045300_1769595276-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_16.13.24.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486550/original/072648900_1769590191-Deputi_Gubernur_Bank_Indonesia_terpilih_Thomas_Djiwandono-_28_Januari_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5129438/original/034681000_1739288405-BI_10.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484915/original/056960900_1769488796-WhatsApp_Image_2026-01-27_at_10.56.47.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472366/original/098607300_1768363991-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4477896/original/072602400_1687478218-Miliarder_atau_Orang_Terkaya_Dunia.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485687/original/071253500_1769524080-1756f35c-ee91-4c96-861f-adbd26f34d5c.jpeg)