Jakarta – Chief Economist Permata Bank Josua Pardede mengungkapkan, sentimen MSCI dan Moody’s kerap menyetir kondisi rupiah saat ini. Ia berharap pemerintah perlu memberikan fokus agar rupiah tidak undervalue.
Kendati demikian, ia meyakini, kondisi itu tidak akan berlangsung lama. Lantaran, fundamental ekonomi Indonesia memiliki modal yang kuat seperti pada cadangan devisa maupun pertumbuhan ekonomi.
BACA JUGA:Catatan BI Soal Nilai Tukar Rupiah dan Yield SBN
BACA JUGA:Dampak BI Tahan Suku Bunga 4,75% terhadap Rupiah
BACA JUGA:Rupiah Dibayangi Sentimen Geopolitik hingga Tarif Dagang, Begini Prediksi Pekan Depan
Tadi kalau kita bicara rupiah under value, mungkin kalau kita lihat memang tadi ya, ini sebenarnya kalau rupiah under value ini kan sebenarnya secara fundamental kembali lagi ya,” katanya dalam konferensi pers secara daring, Jumat, 20 Februari 2026.
Jadi prospek pertumbuhan ekonomi, sebenarnya artinya kondisi pertumbuhan rupiah saat ini lebih banyak di-drive ataupun dipengaruhi tadi oleh faktor sentimen. Ya, sehingga makanya potensi penguatan itu masih tetap terbuka,” lanjutnya.
Ia pun ingin agar melihat dari dua sisi, seperti pada sektor eksportir, perlu diakui kondisi ini dianggap positif lantaran dengan penguatan dolar menambah pundi. Tidak heran nantinya arus kasnya akan meningkat, lalu juga kemampuan membayar dari korporasinya juga lebih kuat.
Sementara, pada sektor impor terlihat harga-harga barang impor akan cenderung meningkat. Bahkan, biaya bahan baku meningkat, harga bahan baku impornya akan juga meningkat.
Kondisi ini perlu menjadi sorotan karena industri manufaktur masih mengandalkan bahan baku impor. Ia mengkhawatirkan kalau kondisi ini berlanjut akan bisa berdampak kepada kenaikan biaya produksi dan juga akan bisa terpastru kepada harga barang tersebut.
Khususnya adalah kalau kita lihat beberapa harga komoditasnya, misalkan produk elektronik, farmasi obat-obatan, lalu juga jasa-jasa yang memang ada input impornya. Sehingga ini pada akhirnya akan bisa mempengaruhi kepada daya beli masyarakat,” jelasnya.
/2025/11/20/148874979.jpg)
/2021/11/18/1612827877.jpg)
/2023/07/27/1172885582.jpg)
/2022/03/08/639541023.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462357/original/078571700_1767566430-trump.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4674211/original/014291300_1701747020-aleksi-raisa-DCCt1CQT8Os-unsplash.jpg)

/2025/12/23/385340156.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2858898/original/006856400_1563614299-20190720-Gangguan-Bank-Mandiri-HERMAN-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5276247/original/033412300_1751948567-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3490938/original/091266200_1624439228-20210623-Penjualan-Obat_-alkes_-dan-Vitamin-Meningkat-tallo-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3309036/original/007411800_1606469656-20201127-Upah-buruh-tani-naik-angga-1.jpg)