• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Sabtu, Agustus 1, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Harga Solar Industri B40 Tembus Rp 30.550, Beban Operasional Tambang Kian Tertekan

    Harga Solar Industri B40 Tembus Rp 30.550, Beban Operasional Tambang Kian Tertekan

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Catcrs Upgrade Arsitektur Trading Berlatensi Rendah untuk Eksekusi Frekuensi Tinggi

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Harga Solar Industri B40 Tembus Rp 30.550, Beban Operasional Tambang Kian Tertekan

    Harga Solar Industri B40 Tembus Rp 30.550, Beban Operasional Tambang Kian Tertekan

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Pengusaha di Industri Tekstil Sulit Dapat Kredit, Ini Catatan APSyFI dan AGTI

Pengusaha di Industri Tekstil Sulit Dapat Kredit, Ini Catatan APSyFI dan AGTI

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-12-25
0

Pengusaha di Industri Tekstil Sulit Dapat Kredit, Ini Catatan APSyFI dan AGTI

wmhg.org – JAKARTA. Pemerintah dan pelaku usaha tengah berupaya mengurai benang kusut yang membelit industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT). Selain gempuran produk impor dan produk ilegal, sulitnya akses permodalan menjadi bagian dari persoalan yang dihadapi oleh pengusaha di industri TPT.

Mengutip pemberitaan Kontan.co.id, PT Mayer Indah Indonesia sebagai salah satu perusahaan di sektor TPT membeberkan persoalan tersebut saat menemui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

General Manager PT Mayer Indah Indonesia, Melisa Suria mengungkapkan sejak awal September hingga Desember, pihaknya telah mendatangi lebih dari 20 bank untuk mengajukan pinjaman modal kerja. 

Namun, bank menolak memberikan pembiayaan, lantaran menilai industri tekstil sudah berisiko tinggi untuk diberikan pembiayaan. Semua menolak, intinya karena industri tekstil itu di lampu oranye atau lampu merah. Dalam artian sangat tidak di-consider untuk diberikan kredit atau bantuan kredit, ujar Melisa di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (23/12).

Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia (APSyFI) mengamini akses permodalan atau kredit perbankan menjadi salah satu kendala yang dihadapi pengusaha di industri TPT. Sekretaris Jenderal APSyFI, Farhan Aqil Syauqi mengungkapkan saat ini perbankan masih menganggap industri tekstil sebagai sektor yang riskan.

Sekali pun berhasil mendapatkan kredit, bunga pinjamannya bisa mencapai 10% – 13%. Ini termasuk tinggi bagi kami. Padahal saat ini, industri tekstil sedang transisi ke arah sustainability sehingga perlu bantuan dari perbankan, kata Farhan saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (24/12/2025).

Menjelang pergantian tahun, Farhan mengatakan bahwa 2026 bakal menjadi tahun yang krusial bagi kelanjutan usaha sejumlah perusahaan di hulu tekstil. Dus, APSyFI meminta adanya dukungan dari sisi permodalan dalam bentuk bunga yang lebih kompetitif bagi keberlangsungan bisnis perusahan TPT.

Tahun 2026 akan menjadi penentuan dan krusial bagi sejumlah perusahaan untuk dapat bertahan di periode yang akan datang. Kami ingin membahas mengenai kredit dengan bunga pinjaman yang rendah dengan pemerintah dan perbankan, terang Farhan.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) menyoroti berbagai kendala yang menerpa industri TPT nasional merupakan akumulasi dari sederet faktor. Termasuk akibat kebijakan pemerintah yang seringkali inkonsisten dan kurang mendukung iklim industri yang efisien dengan adanya berbagai hambatan usaha (bottlenecking). 

Padahal, industri TPT menghadapi persaingan yang sengit dengan produk dari negara lain, baik untuk pasar ekspor maupun di pasar domestik. Tanpa adanya dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), industri TPT nasional bakal sulit mengejar ketertinggalan dengan negara pesaing lainnya.

Apalagi, pelaku industri juga mesti menghadapi kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2026 yang rata-rata mencapai 6% – 7%. Anne bilang, kondisi ini akan membebani para pengusaha apabila kenaikan upah tidak dibarengi dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya.

Kami juga minta pemerintah bantu dengan penambahan efisiensi di aturan, jangan overlapping, jangan ada sertifikasi berlebih. Ujungnya kan cost itu akumulasi dari berbagai biaya, bukan hanya upah, kata Anne.

Bukan Industri Sunset

Secara prospek usaha, Anne membantah bahwa industri TPT merupakan industri yang sedang tenggelam (sunset). Namun, Anne tak menampik kinerja TPT nasional berada dalam tren menukik selama hampir tiga dekade terakhir.

Dulu tahun 1980-an industri ini sangat berjaya, bahkan banyak negara yang menjadikan Indonesia sebagai tolok ukur (benchmarking). Pada masa itu TPT menjadi salah satu industri strategis, karena ditekankan tentang kemandirian sandang, ungkap Anne.

Anne membeberkan kinerja industri TPT Indonesia tertinggal dari sejumlah negara Asia seperti China, Bangladesh, Vietnam, India, Pakistan, bahkan tersalip oleh Kamboja. Anne mencontohkan pada tahun 2024, nilai ekspor tekstil Vietnam menembus US$ 44 miliar dan Bangladesh mencapai US$ 38,48 miliar.

Pada saat yang sama, nilai ekspor tekstil Indonesia hanya menyentuh US$ 11,9 miliar. Jadi sebenarnya secara bisnis (industri TPT) masih sangat prospektif. Negara lain bisa naik tajam. Kalau kita mau berbenah, prospeknya pasti bagus juga, kata Anne.

Selain pembenahan di dalam negeri, Anne menyarankan agar pemerintah melakukan benchmarking ke negara lain. Contohnya ke Vietnam yang sukses melakukan efisiensi rantai pasok dan integrasi investasi.

Indonesia juga perlu benchmarking ke China, Thailand, dan Korea Selatan yang memiliki sistem retail modern dan digitalisasi pasar sebagai acuan pengembangan industri hilir. Selain itu, benchmarking perlu dilakukan untuk best practice dari sisi penyederhaan regulasi.

Misalnya ongkos perizinan tolong dibandingkan dengan Vietnam atau negara lainnya. Mungkin ada banyak ongkos yang tidak perlu dikeluarkan oleh pengusaha di Vietnam, Kamboja, Bangladesh, India dan China. Padahal berkompetisinya dengan mereka, jadi industri kita kan harus kompetitif, ungkap Anne.

Anne juga mendorong agar berbagai insentif dan kemudahan dari pemerintah tidak hanya diberikan kepada Penanaman Modal Asing (PMA) baru. Anne bilang, pengusaha lokal atau Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan PMA yang sudah lama beroperasi di Indonesia juga memerlukan dukungan serupa.

Boleh lah PMA yang baru dikasih red carpet. Tapi tolong PMDN dan PMA yang sudah loyal di Indonesia juga diberi gold carpet. Jadi kita perlu bechmarking ke negara lain sekaligus refleksi ke dalam, tandas Anne. 

Selanjutnya: Banyak Pemilik Rumah Menyesal, Ini Jenis Lantai Dapur yang Seharusnya Digunakan

Menarik Dibaca: Banyak Pemilik Rumah Menyesal, Ini Jenis Lantai Dapur yang Seharusnya Digunakan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post

Raih Top Media of The Year 2025 di Seedbacklink Summit

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Top 3: Pria Sidoarjo Gratis Isi BBM Pertamax Setahun Gara-Gara Aksi Heroik di SPBU

Top 3: Pria Sidoarjo Gratis Isi BBM Pertamax Setahun Gara-Gara Aksi Heroik di SPBU

2024-08-16
Hari Ini, Jokowi Sampaikan 2 Pidato Kenegaraan di Gedung DPR MPR

Hari Ini, Jokowi Sampaikan 2 Pidato Kenegaraan di Gedung DPR MPR

2024-08-16
Rincian Jadwal Sidang Tahunan MPR, Sidang Bersama DPR – DPD 2024, dan Pembacaan Nota Keuangan 2025

Rincian Jadwal Sidang Tahunan MPR, Sidang Bersama DPR – DPD 2024, dan Pembacaan Nota Keuangan 2025

2024-08-16
SagaVolt: Menghubungkan Energi Hijau dengan Sistem Penyelesaian Transaksi yang Tepercaya

SagaVolt: Menghubungkan Energi Hijau dengan Sistem Penyelesaian Transaksi yang Tepercaya

2024-07-24
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

The Fed Beri Sinyal, Bank Indonesia Waspadai Dampak Suku Bunga Tinggi AS

The Fed Beri Sinyal, Bank Indonesia Waspadai Dampak Suku Bunga Tinggi AS

2026-08-01
BI Minta Bank Lebih Rajin Gelontorkan Kredit

BI Minta Bank Lebih Rajin Gelontorkan Kredit

2026-08-01
Pjs Gubernur BI Ungkap Strategi Jaga Rupiah, Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Pjs Gubernur BI Ungkap Strategi Jaga Rupiah, Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi

2026-08-01
Rupiah Perkasa di Akhir Pekan, Menguat ke 18.022 per Dolar AS

Rupiah Perkasa di Akhir Pekan, Menguat ke 18.022 per Dolar AS

2026-08-01

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Pendapatan Perdagangan Kripto Robinhood Anjlok 38%

Pendapatan Perdagangan Kripto Robinhood Anjlok 38%

2026-08-01
0
Harga Kripto Hari Ini 31 Juli 2026: Bitcoin Naik, Cardano Melesat 5%

Harga Kripto Hari Ini 31 Juli 2026: Bitcoin Naik, Cardano Melesat 5%

2026-08-01
0
Bos Raksasa Tambang Kripto Rusia BitRiver Ditahan, Diduga Rugikan Rp 225 Miliar

Bos Raksasa Tambang Kripto Rusia BitRiver Ditahan, Diduga Rugikan Rp 225 Miliar

2026-08-01
0
Harga Bitcoin Turun, Strategy Catat Rugi US$ 8,22 Miliar

Harga Bitcoin Turun, Strategy Catat Rugi US$ 8,22 Miliar

2026-08-01
0
Prediksi Harga Shiba Inu Agustus 2026

Prediksi Harga Shiba Inu Agustus 2026

2026-08-01
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

The Fed Beri Sinyal, Bank Indonesia Waspadai Dampak Suku Bunga Tinggi AS

The Fed Beri Sinyal, Bank Indonesia Waspadai Dampak Suku Bunga Tinggi AS

2026-08-01
BI Minta Bank Lebih Rajin Gelontorkan Kredit

BI Minta Bank Lebih Rajin Gelontorkan Kredit

2026-08-01

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.