Jakarta – Program budidaya padi biosalin di wilayah pesisir Kabupaten Jepara, Jawa Tengah terbukti mampu menghasilkan produksi 176 ton di lahan 22 hektare (ha).
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menjelaskan budidaya padi varietas biosalin dirancang untuk menjawab tantangan spesifik yang dihadapi lahan pertanian di wilayah pesisir yang mengalami peningkatan salinitas akibat intrusi air laut dan banjir rob serta perubahan iklim yang sering menyebabkan gagal panen.
BACA JUGA:Kesalahan Petani dalam Mengatasi Hama Padi dan Cara Menghindarinya
BACA JUGA:Piyu Kenang Perjalanan Terbentuknya Band Padi, dari Demo Rekaman hingga Tur Pertama
Keunggulan varietas Biosalin ini adalah mampu menghasilkan kurang lebih 9 ton per hektare dan memiliki masa tanam antara 84 hingga 107 hari. Yang tidak kalah penting varietas biosalin ini memiliki kelebihan tahan terhadap hama penyakit dan mampu bertahan di lahan marginal, ujar dia dikutip dari Antara, Senin (27/4/2026).
Menurut dia, realisasi panen kali ini yang mencapai 22 ha melampaui target yang ditetapkan semula 20 ha dengan produktivitas rata-rata 7-9 ton per hektare atau total produksi sekitar 176 ton gabah.
Dari sisi ekonomi, tambahnya capaian ini menghasilkan nilai sekitar Rp1,23 miliar, dengan asumsi harga gabah Rp7.000 per kilogram.
Dia menekankan bahwa pengembangan varietas padi biosalin bukan hanya untuk mendorong produksi namun juga dapat dimaknai sebagai pendekatan langkah mitigasi dan pemulihan pascabencana.
Untuk itu, Arief mengharapkan agar model seperti ini dapat direplikasi di berbagai wilayah pesisir lainnya di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa sehingga inovasi berbasis riset benar-benar menjadi pendorong dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Program budidaya padi biosalin sendiri merupakan kolaborasi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk/PGN, bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Pemkab Jepara



/2016/06/14/1203891571.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5567589/original/016573300_1777290686-IMG_4022.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5355485/original/050496700_1758339034-unnamed__1_.jpg)
/2026/02/25/1697651046.jpg)
/2022/08/09/685214525.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5566975/original/024041200_1777262351-IMG-20260427-WA0001.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4054549/original/011680900_1655354022-Harga-Kebutuhan-Pokok-Naik-Herman-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5566375/original/024985600_1777178530-Nelayan-26_April_2026c.jpg)