Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memastikan pendataan masyarakat calon penerima bantuan sosial (bansos) dilakukan tanpa pungutan biaya alias gratis. Ia menegaskan tidak ada celah bagi oknum agen pendaftaran untuk melakukan pungutan liar (pungli).
Tito menerangkan, agen di lapangan hanya bertugas membantu mengunggah data masyarakat ke dalam sistem. Keputusan akhir mengenai kelayakan seseorang menerima bantuan sepenuhnya ditentukan oleh sistem yang telah terintegrasi lintas lembaga.
BACA JUGA:Pembukaan Rekening untuk Warga 17 Tahun ke Atas Dimulai Kuartal IV 2026
BACA JUGA:Pemerintah Cairkan Subsidi Upah Rp 900 Ribu, Sasar 13,3 Juta Pekerja
BACA JUGA:Cek Fakta: Hoaks Link Pendaftaran Bansos PKH 2026 Rp 1,7 Juta
Jadi bagaimana mungkin ada pungli. Agen tidak bisa menjanjikan seseorang pasti mendapat bansos, karena data yang bersangkutan langsung terhubung dengan data Kementerian ATR/BPN, ujar Tito di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Sistem tersebut akan mengintegrasikan data dari Kementerian ATR/BPN, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Ketenagakerjaan, hingga Kepolisian untuk membentuk profil pemohon secara akurat.
Apakah punya mobil, punya rumah, bagaimana status serta tempat kerjanya, semua kita integrasikan dengan Dinas Tenaga Kerja. Dari situ terlihat profiling yang bersangkutan, dan nantinya sistem berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang akan menentukan layak atau tidaknya menerima bantuan, tambahnya.
Skema ini secara otomatis memutus potensi pungli oleh oknum agen di lapangan. Jika agen menerima uang dari calon penerima, hal itu tidak menjamin warga tersebut akan lolos. Sebab yang menentukan kelayakan adalah sistem AI, bukan si agen, jelas Tito.
Ia mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan praktik pungli selama proses pendaftaran. Harus lapor. Makanya media perlu menyampaikan bahwa kegiatan pembaruan data bansos ini sepenuhnya gratis, tegasnya.
/2023/10/30/2092013017.jpg)
/2025/09/09/1252962410.jpg)
/2025/06/30/781457054.jpg)
/2024/02/23/546826591.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4641520/original/031171600_1699505172-rokok_ilegal.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4762384/original/053556300_1709622762-fotor-ai-20240305141019.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331172/original/000459200_1787498492-Elmin_Roizer_Damanik.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352153/original/096135700_1610959711-20210118-Emas-Antam-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3458468/original/004833700_1621321944-20210518-Harga-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472769/original/036658900_1768375317-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293734/original/005970600_1783746905-ChatGPT_Image_Jul_11__2026__12_14_23_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302026/original/078434200_1753969683-Gemini_Generated_Image_wwcdvlwwcdvlwwcd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362271/original/083531700_1790766225-ChatGPT_Image_Sep_30__2026__06_02_50_PM.jpg)