Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengakui tidak ingin melepas kerja sama dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Baginya, Negeri Paman Sam itu kerap memberikan keuntungan yang luar biasa bagi Indonesia.
Belum lagi, Busan, demikian sapaan akrabnya, dunia usaha diterpa berbagai badai dari dunia global, entah tarif respirokal maupun konflik di Timur Tengah. Maka dari itu, perdagangan dengan AS tidak boleh lepas mengingat selama ini AS menjadi negara penyumbang surplus perdagangan nasional terbesar bagi Indonesia, capai US$ 18,11 miliar sepanjang 2025 kemarin.
BACA JUGA:Kemnaker Kaji Potensi PHK Imbas Perang Iran, Ribuan Buruh Terancam
BACA JUGA:Kurs Rupiah Ditutup Melemah ke Level Segini Sambut Libur Panjang May Day
BACA JUGA:Panas, Kongres AS Tuduh Pemerintahan Trump Bohong
BACA JUGA:Ribuan Warga Iran Kecam Blokade AS, Beri Pesan Ini
Ekspor kita nomor satu tadi ke China, nomor dua ke Amerika Serikat. Tetapi surplus yang paling besar kita adalah ke Amerika baru ke India. Pasar yang besar ini enggak mungkin, enggak mungkin kita tinggalkan. Makanya kita tetap harus mempunyai perjanjian dagang dengan Amerika Serikat, ucapnya dalam Rakornas Kading Bidang Perdagangan 2026, Jakarta Selatan, Kamis (30/4/2026).
Kini, Busan memastikan pemerintah hanya perlu menunggu perundingan dengan DPR RI agar bisa menyusun aturan terkait proses dagang antara kedua negara. Tujuannya agar memiliki dasar hukum yang lebih kuat yakni undang-undangan karena saat ini masih menggunakan peraturan presiden (perpres).
Bila terwujud, Busan menyampaikan ekspor Indonesia ke AS bisa semakin gencar karena selama ini dengan manufaktur padat karya seperti tekstil sudah cukup kuat.
Sekali lagi saya sampaikan bahwa kita mempunyai pasar yang besar di Amerika, kita harus menyelamatkan pasar itu,” ujar dia.



/2025/12/02/1778127410.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5570856/original/091973400_1777545558-Ketua_Umum_Kadin_Anindya_Bakrie-30_April_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4604009/original/088733100_1696838759-WhatsApp_Image_2023-10-09_at_13.31.08__1_.jpeg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5534655/original/018293700_1773877266-AP26077686498445.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3074157/original/083552400_1583926232-20200311-SPT-2020-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5570707/original/019460800_1777537659-Tugu_Insurance.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5570759/original/004989900_1777539471-WhatsApp_Image_2026-04-30_at_15.54.04.jpeg)