Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menyampaikan hasil utama dari Pertemuan Menteri Perdagangan G20 (G20 Trade Ministers’ Meeting/TMM) yang berlangsung di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat (AS). Salah satu poin krusial yang disepakati adalah penolakan tegas para menteri terhadap penggunaan bahan pangan sebagai alat penekanan dalam peta hubungan geopolitik global.
Para Menteri Perdagangan G20 menolak upaya menjadikan pangan sebagai instrumen tekanan geopolitik. Pangan berhubungan dengan kelangsungan hidup dan upaya penekanan melalui pangan tidak dapat dibenarkan, ujar Budi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
BACA JUGA:Trump Undang Putin Hadiri KTT G20 di Miami
BACA JUGA:Zelenskyy Siap Bertemu Putin di KTT G20
Selain isu pangan, Budi mengungkapkan bahwa Indonesia bersama negara-negara anggota G20 menilai penyelesaian persoalan kelebihan kapasitas (excess capacity), praktik kerja paksa (forced labor), hingga regulasi tarif Most Favored Nation (MFN) pada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) membutuhkan kerja sama nyata. Langkah kolaboratif tersebut tetap harus menghargai perbedaan arah kebijakan dan sistem ekonomi masing-masing negara.
Mengenai pembahasan excess capacity, Budi mengingatkan pentingnya melihat dinamika permintaan dan penawaran, tingkat pemanfaatan kapasitas, perilaku pasar, serta faktor mendasar yang memicu produksi. Penilaian isu ini harus berlandaskan bukti nyata di tiap sektor karena masing-masing industri memiliki siklus, jaringan rantai pasok, serta teknologi yang berbeda.
Excess capacity harus mengacu pada temuan yang analitis dan berbasis bukti, bukan pada label politik, kata Budi.
/2025/03/07/402152646.jpg)
/2026/06/10/814723304.jpg)
/2024/02/22/1138967600.jpg)
/2026/06/10/2065639123.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363017/original/023429100_1790837569-2a66c807-61f1-4f5a-ac94-10bc074b25ad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3298857/original/058462900_1605612773-IMG_20201117_174756.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426621/original/041286700_1764311938-Wakil_Menteri_Energi_dan_Sumber_Daya_Mineral__ESDM___Yuliot_Tanjung-28_november_2025.jpg)





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352151/original/051235700_1610959710-20210118-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4473781/original/039018600_1687249156-SEC_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306955/original/077151200_1784943871-Gemini_Generated_Image_5q73a05q73a05q73.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)