Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli mengatakan sekitar 50% peserta Magang Nasional Angkatan I atau MagangHub di industri telah diterima kerja. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) masih melakukan penelusuran untuk mendapatkan data yang paling tepat.
Dia menjelaskan ada dua data yang dikumpulkan Kemnaker. Pertama, data peserta magang di instansi pemerintah, dan kedua, peserta magang di perusahaan atau industri. Pada kategori kedua ini, didapat data 50 persen dari peserta diterima kerja.
BACA JUGA:Magang Nasional Batch 3 Khusus Perusahaan Swasta, Buka Oktober
BACA JUGA:Muncul Kekhawatiran Peserta Magang Gantikan Karyawan, Menaker Buka Suara
BACA JUGA:Siapkan 63 Ribu Kuota, Magang Nasional Batch III Buka November
BACA JUGA:Kemnaker Beberkan Syarat Aman Kerja di Luar Negeri
Kita baru lakukan tracer minggu lalu dan angkanya sudah bergerak, yang awalnya itu 30 persen saat mereka lulus, dan ini sudah mendekati 50 persen sesudah 3 bulan (Magang Nasional Angkatan I berakhir), kata Yassierli di Gedung Vokasi Kemnaker, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Dia pun masih akan menelusuri lagi detail dari jumlah peserta magang yang diterima kerja. Termasuk keterkaitan tempat magang dan tempat kerjanya saat ini. Menurut dia, pembekalan peserta magang dengan berbagai keterampilan tetap akan diberikan oleh Kemnaker.
Kita lagi cek mereka diterima ini apakah di perusahaan yang sama atau di perusahaan yang berbeda. Ini kita terus lakukan tracing tadi, ucap dia.
Kita yakin ini akan bisa lebih baik lagi, tadi kuncinya juga kami harus terus memberikan pembekalan kepada adik-adik itu soft skill dan macam-macam selama 6 bulan ini juga. Jadi ada pembekalan dari perusahaan dan juga ada pembekalan dari kami, dari pelaksana magang, imbuhnya.
/2025/05/26/1577929556.jpg)
/2026/05/07/612874713.jpg)
/2026/05/31/1057979073.jpg)
/2026/06/01/2110586163.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5457547/original/055326500_1767005788-1__1_.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805339/original/033825900_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5205703/original/076674300_1746101655-20250501-DEmo_Buruh_Surabaya-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354438/original/007347500_1790051775-email-attachment_2026_09_22_immanuel-christian_lbea-cukai-tindak-impor-ilegal-beras-dan-garam-serta-balpres-senilai-rp27-miliar_IMG_7239.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324621/original/092329900_1608026628-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4943099/original/079227300_1726137608-20240912-Harga_Emas-ANg_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)